Rabu, 25 Oktober 2017 13:19 WITA

Panglima TNI Puji Keamanan Sulsel di Hadapan SYL

Editor: Mulyadi Abdillah
Panglima TNI Puji Keamanan Sulsel di Hadapan SYL
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Karebosi Kota Makassar, Rabu (25/10/2017).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memuji tingkat keamanan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada acara 'Panggung Prajurit TNI-Polri' di Lapangan Karebosi Kota Makassar, Rabu (25/10/2017).

Di hadapan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), Gatot menyebut pertumbuhan ekonomi tertinggi yang diraih Sulsel tak lepas dari peran TNI-Polri.

"Pertumbuhan perekonomian tertinggi di indonesia ada di Sulsel yaitu 7,6%. Itu karena kekompakan TNI-Polri dalam menjaga keamanan," kata Gatot.

Ia pun mengingatkan kepada prajurit TNI-Polri untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dan tidak terpancing dengan berbagai informasi hoax. 

"Rakyat merupakan ibu kandung TNI-Polri. Makanya harus kita jaga secara bersama-sama. Jika ada yang ingin memecah NKRI, yang dipecah dulu adalah TNI-Polri. Makanya jangan mudah percaya dengan info yang beredar yang berusaha membenturkan TNI-Polri," tegas Panglima.

Panglima TNI Puji Keamanan Sulsel di Hadapan SYL

Panglima menyebut beberapa pesan hoax yang sengaja dibuat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab untuk memecah TNI Polri. "Pernah ada prajurit (TNI) kecelakaan pada tahun 2015. Dibawa ke rumah sakit kemudian fotonya beredar di WA (WhatsApp) pada tahun 2017 dengan menyebut dipukuli oleh brimob. Siapa yang tidak marah kalau seperti itu, makanya dicek kebenarannya, jangan mudah  terpancing," urai Gatot.

Panglima juga menyontohkan informasi hoax yang mengatakan Kapolda Riau menyebut TNI tidak dibutuhkan di Indonesia. "Di Riau, Kapolda tidak pernah ngomong TNI tidak perlu, namun info itu beredar. Oleh karena itu informasi apapun harus berfikiran jernih, TNI-Polri harus kompak dan solid. Politik TNI-Polri semua untuk keutuhan NKRI," demikian Gatot.