Rabu, 25 Oktober 2017 10:19 WITA

Kisah Haru Dibalik Hilangnya Mahasiswi UI

Editor: Adil Patawai Anar
Kisah Haru Dibalik Hilangnya Mahasiswi UI
Mahasiswi UI, Lutviah Sari, yang hilang misterius.

RAKYATKU.COM - Seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, angkatan 2016, bernama Lutviah Sari dilaporkan menghilang sejak awal Oktober 2017. Ia sudah tak lagi ditemui di kampus maupun rumah kosnya. Nomor kontaknya juga tidak dapat dihubungi.

Pihak Universtias Indonesia (UI) sudah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Dari hasil penyelidikan sementara, Lutviah diduga menghilang karena merasa bersalah telah menghilangkan uang untuk sebuah kegiatan di kampusnya senilai Rp8 juta. Di kamar kosnya ditemukan dua lembar surat.

"Dalam surat yang ditemukan polisi, korban menceritakan penyesalannya karena telah menghilangkan uang acara di kampusnya," kata Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Sutrisno saat dihubungi, Rabu seperti dilansir kompas.com, (25/10/2017).

Dalam surat itu, Lutvia mengaku sudah menjual laptop dan ponsel yang dimilikinya. Namun, uang yang diperoleh tetap tak cukup untuk mengganti uang yang hilang. Lutviah sendiri merupakan anak dari keluarga tidak mampu asal Madura, Jawa Timur. Ayahnya dikabarkan berprofesi sebagai buruh serabutan. Berdasarkan keterangan sejumlah rekan sekampusnya, Vivi adalah salah satu mahasiswi yang mendapat beasiswa bidik misi.

"Surat yang kami temukan isinya permohonan maaf dari yang bersangkutan," ucap Sutrisno.

Saat ini, kasus menghilangnya Lutviah sudah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kisah Haru Dibalik Hilangnya Mahasiswi UI

Berikut isi surat yang diyakini ditulis oleh Vivi sebelum akhirnya dinyatakan hilang secara misterius pada 2 Oktober 2017:

Inalilahi Waina Innalillahi Rojiun.

Semua ini milik Alah dan akan kembali kepadanya. Tidak ada kata yang bisa aku sampaikan kecuali permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Musibah ini begitu tiba-tiba. Aku pun terkejut, ingin marah, kesal, ingin membentak, sepertinya Allah tidak adil kepadaku. Tapi apa boleh buat? Ini semua berasal dari diriku sendiri. Kesalahanku sendiri.

Sejak aku kuliah, aku mulai sibuk dan melalaikan waktu solat. Bahkan beberapa kali tidak sholat dan melupakan yang sunah. Mungkin karena ini allah sedang menegurku.  

Saat itu aku hendak ke RTC UI untuk siaran. Aku membawa uang karena Qonia butuh untuk juri debat. Qonia pasti pasti tahu saat itu aku membawa seluruh uang. Entah bagaimana dan apa yang terjadi selanjutnya, uang itu tidak ada. Aku ingat betul saat ada di grab ada sesuatu yang jatuh, tapi aku tidak sadar dan semuanya terjadi sangat tiba-tiba.

Elmo teman-teman pasti tahu sifatku bagaimana bahkan sepeserpun rasanya takut sekali mengambil hak orang lain. Entah ini kesalahanku atau keberuntunganku. Tapi sekali lagi ini semua tidak akan terjadi tanpa seizin Allah.

Elmo aku tidak sampai hati menelpon keluarga dan menceritakan semuanya, keluargaku pasti akan sangat terkejut, keadaan keluargaku bukan dalam keadaan yang baik-baik saja.

Aku bahkan menahan segalanya untuk tidak merepotkan keluarga. Tapi musibah ini sangat memukulku. Beberapa hari terakhir aku menjual laptop dan hp ku untuk mengganti uang tersebut. Insya Allah, bagaimanapun caranya aku harus mengganti uang itu, aku jadi saat ini aku bekerja dan menghentikan proses belejarku.

Elmo percaya tidak percaya, aku sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, teman-teman pasti tahu, aku makan sehari satu kali bagaimana mungkin bisa menghabiskan uang yang bukan hak ku. Sekarang aku akan tanggung resikonya karena dosa-dosaku selama kuliah, rupanya Allah sekarang sedang menegurku.

Siapa yang mau berhenti kuliah? Tidak ada yang mau seperti ini, tapi jika kalian membuat aku jauh dari Allah maka keputusanku pun bulat untuk turut membantu perekonomian keluarga. Yang bisa aku lakukan hanyalah mengembalikan seluruh uang yang ada padaku. Tapi maaf Elmo, aku tidak bisa melanjutkan kuliahku. Semoga kalian bisa mengerti permintaan terakhirku adalah tolong simpan surat ku hanya untuk Elmo.

Seburuk apapun aku dihadapan kalian aku kembalikan semuanya kepada Allah. Aku serahkan seluruh musibah ini kepadaNya. Aku yakin Allah akan mengambalikan semuanya. Sekeras apapun aku mengganti keteledoranku, doakan aku Elmo, semoga diberi kekuatan dan kesabaran dan semoga semua cobaan ini menghapus seluruh dosa-dosaku.

Jika uang ini masih kurang, aku akan kembalikan dalam beberapa hari. Aku juga frustasi Elmo, tapi semoga kalian bisa menempatkan posisi seperti aku ini. Ustad Yusuf Mansyur bilang, aku hanya harus pasrah ikhlas terima Allah akan mengembalikan semuanya. Karena aku percaya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya. Dan aku sangat percaya tidak akan ditimpakan ketakutan dan kehinaan kepada seseorang melainkan akan diangkat derajatnya asal aku bisa bersabar menghadapi segala hal ini.