Selasa, 24 Oktober 2017 15:38 WITA

Kisah Pria yang Tinggal di Atas Pohon Kelapa Selama 3 Tahun

Editor: Suriawati
Kisah Pria yang Tinggal di Atas Pohon Kelapa Selama 3 Tahun
Gilbert Sanchez

RAKYATKU.COM - Tinggal di rumah pohon mungkin akan menyenangkan. Tapi bagaimana dengan tinggal di atas pohon kelapa, tanpa penyanggah dan tanpa pengaman, selama tiga tahun.

Yah, ini adalah kisah nyata. Seorang pria berusia 47 tahun dari La Paz, Filipina telah hidup di atas pohon kelapa di dekat rumahnya sejak tahun 2014.

BACA JUGA: Gadis Ini Sumbang Kepalanya untuk Jadi Objek Penelitian

Pria yang diidentifikasi sebagai Gilbert Sanchez itu dikabarkan meninggalkan rumahnya untuk tinggal di atas pohon setelah kepalanya dipukul pistol dalam sebuah pertengkaran.

Ibunya, Winifreda Sanchez mengatakan bahwa putranya sangat takut jika seseorang datang membunuhnya, dan merasa bahwa satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah menaiki pohon tertinggi yang bisa dia temukan dan tinggal di sana.

Kisah Pria yang Tinggal di Atas Pohon Kelapa Selama 3 TahunBenar saja, selama tiga tahun terakhir, ia tidak pernah menyentuh tanah, dan bertahan dengan makanan dan air yang dibawa ibunya setiap hari, yang dia tarik dengan tali. Dia tidak pernah mau turun dari puncak pohon, bahkan jika badai mengamuk, kepanasan atau diserang serangga.

Winifreda mengatakan, ia telah berusaha meyakinkan anaknya untuk turun dari pohon setidaknya untuk mandi, tapi dia selalu menolak. Yang bisa dia lakukan untuknya adalah memberikan makanan, air, pakaian dan rokok kepadanya setiap hari, dengan harapan mereka setidaknya akan membuatnya tetap hidup.

Aldrin Sanchez, saudara Gilbert, mengatakan bahwa dia dan anggota keluarga yang lain selalu memohon kepadanya untuk turun, tapi dia hanya melambaikan tangan.

"Suatu saat, saya memintanya untuk turun," kata Aldrin kepada KMJS Exclusives, dikutip Oddity Central. "Dia bilang, diam, saya tidak akan turun. Seseorang akan membunuhku jika aku melakukannya."

loading...

Gilbert Sanchez adalah seorang duda beranak dua, dan anak-anaknya terpaksa dirawat oleh sang nenek selama Gilbert tinggal di atas pohon.

Namun, suatu hari, cerita tentang Gilbert Sanchez menjadi viral di media sosial dan akhirnya menjadi sorotan media massa. Kru Tv bahkan datang ke desanya untuk meliput, dan berita itu membuat pihak berwenang setempat terdorong untuk membantu keluarga pria tersebut.

Pada tanggal 11 Oktober, sebuah tim yang terdiri dari 50 orang bersama keluarga Gilbert mencoba meyakinkannya untuk turun. Namun, dia tetap menolak.

Karena tidak punya pilihan lain, mereka mulai menebang pohon kelapa dengan gergaji mesin. Itu adalah operasi yang sulit, karena salah bergerak bisa membuat perbedaan antara membawa pria itu ke bawah dengan aman atau membunuhnya.

Untungnya, semuanya berjalan sesuai rencana, dan Gilbert akhirnya menginjakkan kaki ke tanah setelah tiga tahun.

Video yang diposting ke Facebook menunjukkan tubuh Gilbert Sanchez penuh lecet dan gigitan serangga. Dia juga menderita atrofi otot dan tulang belakang, karena menghabiskan banyak waktu untuk berjongkok di pohon kelapa.

Tapi yang paling bermasalah adalah mental pria itu. Menurut penilaian awal psikiater, pria berusia 47 tahun itu menunjukkan gejala psikosis, termasuk delusi, halusinasi dan ketakutan bahwa seseorang sedang mencoba membunuhnya. Dia telah diberi obat, dan harus meminumnya secara teratur agar memiliki kehidupan normal.

Tags
Loading...
Loading...