Senin, 23 Oktober 2017 23:14 WITA

Makassar Masih Berpotensi Hujan Hingga Pekan Depan

Editor: Adil Patawai Anar
Makassar Masih Berpotensi Hujan Hingga Pekan Depan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi cuaca di Wilayah Kota Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat untuk satu pekan. 

Hal ini diungkapkan oleh Rizky Yudha, salah satu prakirawan BMKG wilayah IV Makassar, Senin (23/10/2017). Menurutnya hujan berpotensi terjadi pada siang menjelang sore hari. 

"Prakiraan cuaca Kota Makassar dan sekitarnya untuk satu pekan ke depan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi pada siang menjelang sore hari," ungkap Rizky kepada Rakyatku.com, Senin (23/10/2017).

Yudha menyebutkan, penyebab terjadinya hujan ini dikarenakan pada pagi hari, pertumbuhan awan dimulai dari sisi sebelah barat Gunung Bawakaraeng atau berada pada sisi sebelah timur Kota Makassar. Pertumbuhan awan ini semakin membesar hingga fase awan Kulomonimbus. 

Selanjutnya awan ini bergerak ke arah barat Kota Makassar yang kemudian bisa sampai ke daerah Maros dan Pangkep. 

"Jadi memang pertumbuhan awannya itu berada di daerah sisi sebelah barat Gunung Bawakaraeng. Biasanya pertumbuhan dimulai pagi sehingga hujannya muncul di siang menjelang sore hari," imbuhnya. 

Ia melanjutkan, intensitas hujan di Makassar bisa jadi masih berdampak ringan. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan lebat dan disertai dengan guntur ataupun angin kencang. Hal ini disebabkan karena saat ini, di wilayah Makassar masih pada masa periode pancaroba ataupun peralihan. 

Adapun suhu udara masih berada pada kisaran 24-32 derajat celcius. Dimana pada siang hari, suhu udara maksimal mencapai 32 derajat celcius dan dinihari mencapai suhu 24 derajat celcius. 

"Kalau suhu udara masih berkisar antara 24-32 derajat celcius. 32 derajat siang hari, 24 derajat pada dini hari. Arah angin sudah mulai berubah sekarang dari tenggara ke barat daya yang sebelumnya pada musim kemarau, arah angin dari timur ke tenggara," pungkasnya.