Senin, 23 Oktober 2017 09:26 WITA

Kedubes AS Minta Maaf dan Siap Fasilitasi Perjalanan Panglima TNI

Editor: Mulyadi Abdillah
Kedubes AS Minta Maaf dan Siap Fasilitasi Perjalanan Panglima TNI
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

RAKYATKU.COM - Kedutaan Besar dan Konsulat Indonesia Amerika Serikat di Indonesia meminta maaf terkait adanya larangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki wilayah Amerika Serikat. 

"Dubes AS Joseph Donovan Jr telah meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Panglima TNI," bunyi keterangan resmi Kedubes AS untuk Indonesia dalam situs resminya, Minggu (23/10/2917).

Diuraikan, Kedubes AS telah siap untuk memfasilitasi perjalanan Panglima TNI ke AS. 

"Kami tetap menjaga komitmen kami untuk kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran baik bagi bangsa maupun masyarakat di kedua negara,".

Diberitakan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sedianya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent  Extremist Organization (VEOs) yang berlangsung di Washington DC oada 23-24 Oktober 2017. 

Kehadiran itu atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Pangab AS) Jenderal Joseph F Dunford, Jr. Gatot Nurmantyo membalas surat tersebut dan mengkonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

"Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan, kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," tutur Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang pernyataan Kemenlu RI bahwa Panglima TNI sudah diperbolehkan berangkat ke Amerika Serikat, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berangkat atas undangan sebagai Panglima TNI dan atas se-ijin dari Presiden RI, berarti utusan Pemerintah RI.

"Walaupun sekarang sudah boleh, tentu harus ada kejelasan mengapa bisa terjadi pelarangan. Ini harus jelas," tegasnya.

"Kalau ada kesalahan dan harus minta maaf bukan kepada Panglima TNI, tetapi kepada pemerintah RI. Panglima TNI akan berangkat lagi tentunya atas perintah Presiden RI, tidak asal bisa berangkat," ujar Kapuspen TNI.