Senin, 23 Oktober 2017 03:30 WITA

Petugas RS Kepergok Berhubungan Seks dengan Jenazah

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Petugas RS Kepergok Berhubungan Seks dengan Jenazah
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Seorang pria asal La Paz, Bolivia tak kuasa menahan tangis ketika harus ditinggalkan oleh sang istri yang sangat ia cintai. Duka mendalam masih menyelimuti dirinya, yang tak ingin kehilangan sang pendamping hidup.

Namun, kesedihan itu semakin berlipat ganda ketika ia memergoki seorang perawat pria tengah berhubungan badan dengan jenazah istrinya yang kala itu disimpan di kamar mayat.

Kepala Polisi Kota La Paz, Douglas Uzquinano mengatakan, kejadian memalukan tersebut terjadi satu jam setelah korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di rumah sakit Hospital de Clinicas.

Tak lama setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah dari istri pria tersebut dipindahkan ke kamar mayat sesuai prosedur yang berlaku.

"Meski dalam kondisi berduka, kerabat dari korban tetap mengunjungi rumah sakit untuk keperluan biaya pengobatan yang harus mereka tanggung," ujar Douglas.

Tak hanya kerabatnya saja, suami dari korban juga mengunjungi rumah sakit guna melihat mendiang sang istri untuk terakhir kalinya.

Namun, ia malah mendapati seorang perawat pria yang diketahui bernama Grover Macuchapi, tengah melakukan tindakkan tak senonoh terhadap jenazah istrinya.

"Melihat kejadian itu, saya tak kuasa menahan emosi dan langsung memukulnya. Perawat itu mencoba untuk kabur, tetapi celananya melorot sehingga menyulitkan langkah kakinya," ujar suami korban yang tak disebutkan identitasnya tersebut.

Dilansir Liputan6 dari Mirror.co.uk, Senin (23/10/2017), setelah pelaku babak belur, barulah suami dari korban melaporkan tindakkan tersebut kepada polisi.

Di hadapan petugas keamanan, pelaku berdalih dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang menuntun dirinya untuk masuk ke dalam kamar mayat dan melakukan perbuatan tak terpuji tersebut.

Korban yang tak disebutkan namanya itu meninggal dunia pada usia 28 tahun dan belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Sementara itu, pelaku yang kini masih diamankan masih menunggu keputusan dari pihak berwajib apakah akan dikenakan hukuman sesuai dengan hukum yang ada di Bolivia.