Sabtu, 21 Oktober 2017 18:23 WITA

Kuota Taksi Online Masih Pakai Aturan Lama

Penulis: Azwar Basir
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Kuota Taksi Online Masih Pakai Aturan Lama

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hindro Surahmat melakukan sosialisasi hasil revisi Permen No 26 tahun 2017, tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. 

Hindro menegaskan, jika ada taksi online yang terus melakukan perekrutan bisa melanggar batas kuota taksi online dalam sebuah daerah. 

Untuk itu, ia memberikan kewenangan pada Dinas Perhubungan setempat untuk menindaki, jika ada perusahaan penyedia jasa taksi online yang melanggar batas kuota, yang telah ditentukan.

"Jika ada perusahaan taksi online terus menambah atau menerima lowongan maka itu bisa melanggar karena kuota tentang aturan taksi online sudah di tetapkan dalam PM no 26 tahun 2017, maka dari itu Dishub harus menindakinya," ujar Hendro Surahmat. 

Meskipun saat ini dalam revisi PM no 26 tahun 2017 belum di tetapkan berapa kuotanya, akan tetapi dalam aturan sebelumnya tentang kuota sudah ditetapkan, dan itu masih berlaku sampai saat ini. 

loading...

"Perlu diketahui bahwa PM 26 Tahun 2017 masih berlaku sampai saat ini, nanti saat 1 November baru tidak berlaku lagi karena yang berlaku mulai 1 November revisinya," katanya. 

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Taksi, Burhanuddin, terus menuntut pemerintah untuk memperhatikan taksi konvensional yang sudah mulai tidak diminati lagi di masyarakat, karena adanya taksi online yang lebih cepat pelayanannya. 

"Pemerintah harus menindaki taksi online karena dalam aturan itu sudah mengatur tentang kuota, saat ini taksi online di Makassar sudah mencapai 10 ribu, nah dalam aturan itu diatur kuotanya cuma sampai 3 ribu saja, itu sudah melanggar," tegasnya.

Loading...
Loading...