Sabtu, 21 Oktober 2017 00:30 WITA

Bandara Hasanuddin yang Sempat Digegerkan Detonator, Ternyata...

Editor: Almaliki
Bandara Hasanuddin yang Sempat Digegerkan Detonator, Ternyata...

RAKYATKU.COM, MAROS - Setelah sempat diduga bahan peledak, paket pengiriman dari Malang Jawa Timur menuju Palu Sulawesi Tengah, yang ditemukan oleh petugas Cargo Bandara Sultan Hasanuddin beberapa hari lalu, akhirnya dipastikan bukan detonator atau bahan peledak. 

Hal itu dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Natsir, saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/10/2017). Ia menuturkan, hasil ini berdasarkan uji laboratorium oleh Tim Labfor Polri yang datang ke Polres Maros pagi tadi. 

"Hasil uji Labfor memastikan kalau barang itu ternyata bukanlah detonator untuk bahan peledak. Sebab di dalamnya tidak terdapat kandungan bahan peledak seperti yang kita duga sebelumnya," terang Jufri. 

Lebih lanjut, Jufri, menegaskan pemilik paket pengiriman barang yang berada di Kota Malang, juga sudah diperiksa. Dari keterangan pemilik paket, didapatkan 15 biji yang diduga detenator itu merupakan alat dari mesin air galon miliknya. 

"Pemiliknya juga sudah kami periksa. Dia memang punya usaha air galon di Malang dan di Palu. Barang itu ia sengaja kirim untuk keperluan usahanya di Palu. Jadi tidak ada masalah lagi," ujarnya. 

Jufri mengaku, awalnya ia sangat yakin jika barang itu merupakan detonator yang sudah dirakit dengan sumbunya. Namun, saat tim Densus memeriksanya, barang itu sudah diidentifikasi bukan bahan peledak. Untuk memastikannya, ia pun meminta tim Labfor untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. 

Sebelumnya, sebuah paket pengiriman yang berisikan 15 biji barang yang diduga detonator, diamankan oleh petugas Cargo Bandara Sultan Hasanuddin saat melewati pemeriksaan X-Ray pada Senin, (16/10/2017) lalu.