Jumat, 20 Oktober 2017 06:33 WITA

Transportasi Online Tak Lagi Ilegal

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Transportasi Online Tak Lagi Ilegal

RAKYATKU.COM - Revisi Permen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, entang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau disebut taksi online telah ketuk palu.

Revisi Permen tentang taksi online ini akan diberlakukan mulai 1 November 2017 mendatang.

Ada sembilan poin yang ditekankan dalam aturan tersebut, mulai dari Argometer, Tarif, Wilayah Operasi, Kuota/Perencanaan Kebutuhan, Persyaratan Minimal Lima Kendaraan, Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor Domisili Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), dan Peran Aplikator.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma mengatakan, dengan adanya aturan ini maka tidak ada lagi istilah ilegal untuk transportasi online. 

"Nomor satu itu yang penting ada payung hukumnya. Jadi, buat kita, enggak ada lagi yang ngomong ini ilegal, enggak lagi razia di daerah. Saat Permen dikeluarkan 1 November nanti, kita memohon semua pihak untuk bisa menahan diri, menjaga situasi agar tetap kondusif," harap Tri, yang dikutip dari Detik.com.

Dalam hal ini, Grab mengklaim bahwa aplikasinya telah didaftarkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, begitu juga urusan bayar pajak.

"Jadi, perizinan sambil berjalan karena kita dikasih waktu untuk menyesuaikan. Itu penting banget di daerah karena di bawah ada bertempur, itu kan enggak baik," pungkasnya.