Kamis, 19 Oktober 2017 01:30 WITA

Kekayaan Donald Trump Melorot Rp8,1 Triliun Selama Jadi Presiden

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kekayaan Donald Trump Melorot Rp8,1 Triliun Selama Jadi Presiden

RAKYATKU.COM - Belum genap setahun menjadi Presiden Amerika Serikat, kekayaan Donald Trump dilaporkan merosot US$600 juta atau setara Rp8,1 triliun. Hal ini terungkap dalam laporan majalah Forbes yang menunjukkan bahwa kekayaan Trump turun hingga bernilai US$3,1 triliun.

Akibat penurunan ini, posisi Trump pun merosot dari daftar orang terkaya di Amerika versi Forbes. Dari peringkat 156 pada tahun lalu, kini Trump hanya menempati posisi 248.

Forbes memprediksi penurunan kekayaan ini terjadi akibat merosotnya pasar real estate New York, sejumlah tuntutan yang dihadapi Trump, juga mahalnya biaya kampanye pemilu tahun lalu.

Dilansir CNN, Kamis (19/10/2017), Trump memang harus membayar denda hingga US$25 juta dalam kasus Trump University. Meski kekayaan Trump menurun, angka kepemilikan orang-orang terkaya di AS pada umumnya naik ketimbang tahun lalu.

Bill Gates masih mempertahankan gelar sebagai orang terkaya di Amerika dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai US$89 miliar.

Posisi kedua juga masih dipegang oleh CEO Amazon, Jeff Bezos, dengan kekayaan bernilai US$81,5 miliar, disusul Warren Buffett yang menyimpan US$78 miliar dalam pundi-pundinya.

Lonjakan terbesar diraih oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dengan kenaikan US$15,5 miliar hingga kekayaannya mencapai US$71 miliar, membawanya duduk di posisi keempat dalam daftar orang terkaya di Amerika versi Forbes.

Predikat orang kaya termuda Forbes jatuh ke tangan pendiri Snapchat, Evan Spiegel. Pria kelahiran 27 tahun silam ini tercatat memiliki kekayaan hingga US$3,1 miliar.

Sementara itu, gelar orang kaya tertua di Amerika disandangkan kepada Alexander Spanos. Di usia 94 tahun, raja pengembang dan pemilik tim footbal San Diego Chargers ini mengantungi kekayaan hingga US$2,4 miliar.

Secara keseluruhan, rata-rata kekayaan jajaran 400 orang terkaya Amerika pada tahun ini mencapai 2,7 triliun, meningkat US$2,4 triliun dari tahun lalu.