Kamis, 19 Oktober 2017 00:04 WITA

17 Anak di Bawah Umur di Soppeng Terjerat Hukum

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
17 Anak di Bawah Umur di Soppeng Terjerat Hukum
Indra Lutrianto Amstono.

RAKYATKU.COM, SOPPENG - Sepanjang tahun 2016 hingga 2017, sebanyak 17 orang anak di bawah umur terlibat tindak kriminalitas di wilayah Polres Soppeng. 

Kapolres Soppeng, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, 17 remaja yang terjerat kasus hukum itu diantaranya kasus pencabulan yang melibatkan 12 orang, penganiayaan tiga orang, pencurian dengan kekerasan satu orang dan kasus markoba melibatkan satu orang. 

"Untuk kasus pencabulan tersebut, terjadi pada tahun 2016 lalu," kata ndra Lutrianto Amstono, Rabu (18/10/17). 

Menurut Indra, ada berbagai faktor yang membuat seorang anak bisa terlibat masalah hukum. Mulai dari faktor lingkungan, hingga faktor Ekonomi. 

"Selain itu, contohnya pada kasus pencabulan yang melibatkan 12 remaja dan kasus penganiayaan, bisa jadi juga ada faktor ikut-ikutan," jelasnya.

Yang dimaksud dengan faktor ikut-ikutan kata Indra, adalah dimana para pelaku yang masih di bawah umur tersebut nekat melakukan tindak pidana, saat sebelumnya mereka melihat teman melakukan hal serupa.

Menurut Indra, berbagai upaya rutin dilakukan oleh Polres Soppeng untuk menekan hal ini. Beberapa diantaranya adalah dengan melakukan razia di sekolah hingga berbagai penyuluhan.

"Namun kami juga meminta perhatian keluarga ataupun orang tua untuk selalu mengawasi dan membimbing anak anaknya, agar mereka tak terlibat oleh hukum," tukasnya.