Rabu, 18 Oktober 2017 15:41 WITA

Perempuan ini Bertugas Rekrut Pejuang ISIS Melalui Sosmed

Editor: Suriawati
Perempuan ini Bertugas Rekrut Pejuang ISIS Melalui Sosmed
Karen Aizha Hamidon (Foto: Philippine National Bureau Of Investigation)

RAKYATKU.COM - Pasukan keamanan Filipina menahan seorang wanita berusia 36 tahun yang dicurigai telah merekrut pejuang ISIS dari seluruh dunia melalui media sosial. Karen Aizha Hamidon ditangkap di kota Taguig, sebelah timur ibukota Manila, pada 11 Oktober lalu.

Sekretaris Keadilan Vitaliano Aguirre mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Rabu (18/10/2017) bahwa Karen adalah mantan istri Muhammad Shamin Mohamed Sidek dari Singapura. Dia adalah seorang petugas keamanan yang ditahan di Singapura pada bulan Agustus 2015 karena berencana untuk bergabung dengan ISIS dan menggunakan media sosial untuk menghasut kekerasan.

BACA JUGA: Setelah 5 Bulan, Pasukan Filipina Berhasil Rebut Kembali Kota Marawi

Karen kemudian menikahi Mohammad Jaafar Maguid, warga Filipina, yang memimpin kelompok terkait ISIS, Ansar al-Khilafah Filipina. Maguid dibunuh oleh polisi pada bulan Januari tahun ini.

Aguirre mengatakan Karen juga merupakan rekan dekat Musa Cerantonio, seorang pengkhotbah Islamis Australia yang konon merekrut pejuang untuk ISIS.

Perempuan ini Bertugas Rekrut Pejuang ISIS Melalui SosmedSekarang, Karen menghadapi tuduhan pemberontakan sehubungan dengan 296 postingan media sosial yang terkait dengannya, yang bertujuan merekrut bala bantuan untuk militan yang terkepung di kota Marawi.

"Sangat jelas bahwa tindakannya berkomplot, atau disinkronkan, dengan tindakan para pemberontak. Sementara teman-temannya berjuang di Marawi, perannya adalah untuk lebih merekrut pejuang untuk membantu pengepungan Marawi oleh kelompok ISIS dan Maute," kata Aguirre, dikutip dari Straits Times

Ratusan militan Muslim menyerang Marawi pada 23 Mei dalam sebuah upaya berani untuk mengubah kota itu menjadi "provinsi" ISIS. Mereka telah berpegangan pada bagian kota selama hampir lima bulan, sebelum pasukan Myanmar merebutnya kembali pada hari Selasa.