Senin, 30 Mei 2016 12:59 WITA

Nenek Ros; Dari Raskin yang Hilang dan Rindu yang Tak Pasti

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Almaliki
Nenek Ros; Dari Raskin yang Hilang dan Rindu yang Tak Pasti
Nenek Ros

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Miris, kata yang paling tepat mewakili kisah Ros Muslimin(76), warga Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Enam tahun sudah lamanya, Nenek asal Leces, Probolinggo, Jawa Timur ini ‎menghabiskan masa tua di sebuah gubuk derita berukuran 2x4 meter yang dibangun di atas trotoar dan selokan jalan.

Ya, selepas kepergian suami yang menghadap ke hadirat-Nya, Nenek Ros hidup sebatang kara. Selama itu pula, gubuknya yang melindungi dirinya dari sengat panas matahari juga terpaan hujan. “Kalau  malam tidurnya ditemani sama tikus yang berkeliaran di dalam rumah,” ujar bercanda, Senin (30/5/2016).

Konon, Nenek Ros pernah berjualan di Pasar Lakessi, namun karena tak lagi punya tenaga untuk bekerja, akhirnya sang nenek berhenti. Beruntung dirinya memiliki tetangga yang dermawan dan baik hati. Silih berganti mereka memberi bantuan alakadarnya berupa makanan dan uang.

Nenek Ros; Dari Raskin yang Hilang dan Rindu yang Tak Pasti

“Beruntung sekalika, punya tetangga yang baik hati, selaluka nakasi uang sama makanan,” ujarnya dengan dialeg Jawa yang masih kental.

loading...

Ros yang memiliki KTP Parepare ini menuturkan kira-kira 2 tahun yang lalu dirinya pernah mendapatkan bantuan Beras Miskin (Raskin) namun kini bantuan tersebut raib entah kemana.

“Itupun terima 1 kali setahun, sekarang sudah tidak ada,” ujarnya sembari menyimpulkan senyumnya.

Nenek Ros; Dari Raskin yang Hilang dan Rindu yang Tak Pasti

Dijelasi pula, kala malam, dirinya dijepit sepi. Sepotong kata lalu meluncur dari mulutnya yang kecil kalau dirinya rindu kembali pulang ke kampung halamannya, di Jawa Timur. “Mau pulang tapi tidak punya ongkos, rindu kampung halaman ketika saya sama saudara turun ke sawah,” tuturnya.

Loading...
Loading...