14 October 2017 02:30 WITA

Tak Sekolahkan Anak? Bupati Bulukumba Siap Main 'Kasar'

Editor: Almaliki
Tak Sekolahkan Anak? Bupati Bulukumba Siap Main 'Kasar'
Sukri Sappewali

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pemkab Bulukumba saat ini sedang menyusun Peraturan Daerah (perda) mengenai peningkatan pendidikan dan pembebasan buta aksara, yakni setiap generasi harus mengikuti program belajar minimum 9 tahun.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali nantinya bakan membentuk tim yang khusus mencari anak-anak yang putus sekolah, atau sama sekali tidak disekolahkan oleh orang tuanya.

"Saya sangat tegas jika ada anak-anak generasi di Bulukumba yang putus sekolah atau tidak disekolahkan oleh orang tuanya. Bahkan saya akan 'tangkap' orang tuanya," tegas Sukri saat mendengar aspirasi ratusan warga Pattirong, Kelurahan Jawi-Jawi, Bulukumpa, Jumat (13/10/2017).

Hal ini dilakukan Sukri demi pemerataan pendidikan. Sehingga, generasi Bulukumba lebih cerdas, lebih maju, dan berakhlak baik.

Adapun pemerintah saat ini sedang menggalakkan program pendidikan gratis, sehingga tidak lagi ada alasan bagi orang tua, untuk tidak menyekolahkan anaknya.

Pula bagi siswa miskin, pemerintah juga telah menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diusul oleh masing-masing sekolah untuk direkomendasi Dinas Pendidikan.

Program itu awalnya dikenal dengan nama Bantuan Siswa Miskin (BSM), setiap pelajar mendapatkan bantuan dana sebesar minimum Rp300 ribu.