Jumat, 13 Oktober 2017 08:09 WITA

Yohannes Avilla Agus Resmi Jabat Kajari Luwu Timur

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Yohannes Avilla Agus Resmi Jabat Kajari Luwu Timur

RAKYATKU.COM - Yohannes Avilla Agus Awanto Putra, resmi menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur setelah mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah dihadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, DR. Jan S Maringka di Aula Rumah Dinas Bupati Luwu Timur di Malili, Kamis (12/10/2017).

Pelantikan Kajari Luwu Timur ini juga di hadiri Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Wakil Ketua DPRD, Aris Situmorang, Perwakilan Kapolres, Sekda, H Bahri Suli, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Canter, Perwira Penghubung, Mayor Inf Simon Marthes, dan Kepala OPD Pemkab Luwu Timur.

Kajati Sulsel, Jan S Maringka dalam sambutannya mengatakan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi jajaran Kejaksaan dengan pemangku kepentingan di wilayah penugasan, maka acara pelantikan dan serah terima jabatan para kepala Kejaksaan Negeri dilingkungan Kejati Sulsel tidak lagi terpusat dikantor Kajati Sulsel, melainkan dilaksanakan dilokasi penugasan masing-masing. 

Yohannes Avilla Agus Resmi Jabat Kajari Luwu TimurMenurutnya, ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri Kejaksaan dengan jajaran Pemerintah Daerah, FKPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta segenap lapisan masyarakat sebagai mitra kerja yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya mendukung tugas-tugas Korps Adhyaksa ditengah masyarakat. 

Lanjut Jan Maringka, penegakan hukum bukanlah industri yang keberhasilannya dilihat dari tingginya tingkat penanganan perkara, tapi sebaliknya penegakan hukum dikatakan berhasil apabila mampu menekan tingkat kejahatan serta mendorong tumbuhnya kesadaran hukum masyarakat. 

Yohannes Avilla Agus Resmi Jabat Kajari Luwu Timur

"Sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan keharusan dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkualitas," kata Jan Maringka dalam rilis yang diterima Rakyatku.com.

Orang nomor satu di jajaran Kejaksaan Tinggi Sulsel itu juga menekankan sinergitas, bukan berarti toleransi apalagi intervensi terhadap proses penegakan hukum tapi sebaliknya, sinergitas harus dimaknai sebagai upaya membangun keterpaduan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.