13 October 2017 06:01 WITA

Kepemimpinan Irjen Pol Muktiono Dipertanyakan

Editor: Adil Patawai Anar
Kepemimpinan Irjen Pol Muktiono Dipertanyakan
Irjen Pol Muktiono.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Haswandi Andy Mas mempertanyakan kinerja Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono. Bagaimana tidak, sejak memimpin Polda Sulsel hampir setahun, beberapa masalah muncul di internal Polda Sulsel. Terutama masalah prilaku anggotanya.

Sebut saja pemukulan dan penembakan mahasiswa Unibos Makassar, Arialdi Kamal 6 Oktober lalu. Tak hanya itu, penangguhan penahanan tersangka pengedar obat daftar G, Alex yang dilakukan oknum polisi tanpa diketahui petinggi Polda Sulsel.

Komitmen Polda Sulsel dalam pemberantasan peredaran narkotika juga tak sejalan dengan apa yang dilakukan beberapa oknum yang justru pengguna narkoba. Beberapa waktu lalu, dua oknum polisi yakni Brikpol Irfan, Binmas Polsek Makassar dan Brigpol Yos, Sopir Dalmas Polrestabes Makassar diamankan saat sedang berpesta sabu di salah satu hotel di Jalan AP Pettarani.

"Kapolda belum mampu mempengaruhi bawahannya dalam melakukan reformasi. Sehingga banyak bawahannya tidak patuh pada pimpinan," nilai Haswandi. 

Ia juga berharap Irjen Pol Muktiono melakukan penindakan tegas terhadap bawahannya yang tidak disiplin apalagi melanggar kode etik. Tindakan penegasan tersebut harus dilakukan secara transparan agar masyarakat tidak menilai Kapolda Sulsel melindungi oknum polisi yang bersalah. 

"Kapolda harus tetap bertindak tegas kepada oknum yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dan peraturan disiplin, agar ada efek jerah dan pembelajaran bagi anggota Polri lainnya," tambahnya.

Sementara Pengamat Hukum Makassar Zulkifli Hasanuddin menyoroti pemukulan yang dilakukan oknum polisi terhadap mahasiswa yang menggelar unjuk rasa. Menurutnya, pemukulan oleh oknum polisi bukan hal baru di Sulsel. Masyarakat, mahasiswa, bahkan jurnalis kerap mendapatkan kekerasan dari aparat.

"Dengan banyak kasus yang terjadi di Sulsel (pemukulan) membuktikan jika Kapolda sekarang kurang berhasil dalam memberikan perlindungan HAM bagi para aktivis/masyarakat yang berunjuk rasa," ungkap Pengamat Hukum Makassar Zulkifli Hasanuddin.

Terpisah, Kriminolog Universitas Bosowa Marwan Mas berharap, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono menggelar evaluasi terhadap jajarannya. Mengingat, beberapa kasus yang dilakukan oknum polisi membuktikan polisi keluar dari jalur aturan.

Sebagaimana diketahui Polri selaku aparat negara menurut Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945 adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan tugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. 

"Artinya, Polri dalam menjaga kamtibmas seyogianya mengedepankan upaya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang baik kepada warga masyarakat. Jika ketiganya sudah dilakukan tetapi masih saja ada warga yang melanggar hukum, maka barulah penegakan hukum dilakukan secara tegas, profesional, dan transparan. Kita berharap dahulukan upaya pencegahan agar warga masyarakat dapat menjadi sahabat dan mitra Polri dalam menjaga kamtibmas," ungkapnya.

Marwan juga berharap, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono memperlihatkan ketegasannya.

"Dari situlah nanti publik akan menilai sejauh mana pimpinan Polri di daerah ini, dalam hal ini Kapolda konsisten menegakkan hukum, yang bukan hanya tegas kepada warga yang melanggar hukum tetapi juga pada oknum anggota Polri yang diduga melanggar," pungkasnya.