13 October 2017 03:03 WITA

Jelang Deadline, Jutaan SIM Card di Indonesia Belum Tervalidasi

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Jelang Deadline, Jutaan SIM Card di Indonesia Belum Tervalidasi

RAKYATKU.COM - Pelanggan seluler prabayar dari semua operator di Indonesia saat ini mencapai 360 juta. Namun baru 10 persen yang berhasil divalidasi, sedangkan 90 persen sisanya belum.

Sejak 2016 lalu, kebijakan validasi nomor pelanggan seluler prabayar telah dilakukan. Namun setahun berjalan, baru 36,5 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berhasil diverifikasi oleh operator seluler.

Data 36,5 juta NIK tersebut merupakan pelanggan dari total enam operator, yang terdiri dari Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia (Tri), Telkom IndiHome, dan Sampoerna Telekomunikasi. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta operator seluler saat ini masih punya setumpuk PR, mengingat masih banyak pelanggan prabayar di Indonesia yang belum diverifikasi oleh operator.

Ketua Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, mengatakan jumlah pelanggan seluler prabayar dari semua operator di Indonesia saat ini sekitar 360 juta.

Sedangkan, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, angka itu dilihat dari jumlah peredaran SIM Card di Tanah Air.

"Kalau ditanya real pelanggan, dilihat satu orang punya satu ponsel itu overall ada 170 juta. Dilihat dari jumlah populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa, itu masih jauh," ungkap Rudiantara, yang dikutip dari Detik.com.

Proses registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018. Keberhasilan registrasi SIM Card ini harus sesuai dengan NIK yang tertera di KTP elektronik (e-KTP) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dinyatakan sukses.

Registrasi pelanggan seluler prabayar ini dilakukan dengan cara mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan format ULANG#NIK#NomorKK#.