13 October 2017 00:27 WITA

Jawaban Kapolda Sulsel Soal Polisi Pukul Mahasiswa

Editor: Adil Patawai Anar
Jawaban Kapolda Sulsel Soal Polisi Pukul Mahasiswa

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono menegaskan, upaya yang dilakukan pihaknya dalam mengamankan aksi demonstrasi sudah sesuai dengan undang-undang. Menurutnya polisi berhak membubarkan paksa aksi jika para demonstran tidak tertib termasuk membakar ban.

"Unjuk rasa adalah demokrasi. Kita amankan, pasti kita amankan. Sepanjang itu tertib. Tapi kalau tidak tertib, melanggar undang-undang, polisi berhak untuk membubarkan," usai acara silaturahmi yang digelar Polda Sulsel bersama jurnalis di Indi Cafe, Plaza Telkom di Jalan A. P. Pettarani, Kamis malam (12/10/2017).

Terkait aksi kekerasan kepada para demonstran yang kembali mencuat yang diduga dilakukan aparat, ia mengaku belum mengetahui hal tersebut. 

"Saya nggak tahu, saya belum dilaporin. Saya kan baru pulang dari Semarang. Tapi kalau bisa, jangan bakar ban lah," imbuhnya. 

Baca sebelumnya: Polisi Pukul Demonstran dari LMND di Makassar

Ia juga menambahkan bahwa situasi di lapangan saat demonstrasi tidak berhak ia campuri. Ia mengatakan bahwa aparat yang bertugas saat mengamankan demonstrasi pasti lebih paham dengan kondisi di lapangan. Ia melanjutkan jika memang ada kekerasan pasti ada pemeriksaan termasuk izin aksi demonstrasi tersebut apakah resmi atau tidak resmi. 

"Jadi di lapangan itu menentukan. Nanti kan kita periksa juga apa unjuk rasanya ada izin, ada korlapnya, harusnya timbal balik. Ya kalau tidak mau ada ini, ya nggak usah unjuk rasa," pungkasnya.