12 October 2017 19:05 WITA

Data Pesawat Tempur Australia Diretas

Editor: Fathul Khair Akmal
Data Pesawat Tempur Australia Diretas
Yang diretas antara lain informasi tentang program pesawat tempur Joint Strike Fighter Australia.

RAKYATKU.COM - Informasi sensitif tentang program pertahanan Australia telah dicuri dalam suatu operasi peretasan yang 'ekstensif.'

Data itu sensitif secara komersial namun tidak tergolong rahasia, kata pemerintah. Sejauh ini tidak diketahui apakah ada negara asing yang terlibat.

Sekitar 30GB data di sebuah kontraktor pemerintah bocor diretas, antara lain meliputi rincian tentang pesawat tempur baru dan kapal angkatan laut seperti dikutip bbc.com.

Yang diretas antara lain informasi tentang program pesawat tempur Joint Strike Fighter Australia seharga A$17 miliar (Rp165 triliun), pesawat angkut C130 dan pesawat pengintai P-8 Poseidon Australia, dan juga sejumlah 'kapal angkatan laut,' katanya.
Kirim jet, Australia perangi ISIS di Irak
TNI hentikan kerja sama militer dengan Australia

Kebocoran tersebut bermula pada bulan Juli tahun lalu, namun Australian Signals Directorate (ASD) baru diberitahu pada November 2016. Identitas si peretas tidak diketahui.

"Bisa jadi pelakunya aktor negara, atau aktor non-negara. Bisa jadi seseorang yang bekerja untuk perusahaan lain," kata Menteri Industri Pertahanan, Christopher Pyne kepada Australian Broadcasting Corp.

"Untungnya, data yang diambil adalah data komersial, bukan data militer, tapi masih sangat serius dan kami akan menanganinya hingga tuntas," tambah kata Menteri Industri Pertahanan, Christopher Pyne.