12 October 2017 18:45 WITA

Berpolemik, Pembangunan Rumah Adat Somba Palioi Akan Dihentikan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Berpolemik, Pembangunan Rumah Adat Somba Palioi Akan Dihentikan

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Palioi menyambangi kantor Bupati Bulukumba, untuk melaporkan adanya pembangunan Rumah Adat Somba Palioi di luar dari lokasi adat, Kamis (12/10/2017).

Mereka menyampaikan keluhnya di hadapan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto terkait adanya pihak yang mengatasnamakan diri sebagai Raja Palioi.

Bukan hanya itu, pihak tersebut melakukan pembangunan rumah adat di daerah Pappae Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Bulukumba yang berjarak kurang lebih 15 Kilo dari lokasi semestinya di bangun di Desa Somba Palioi, Kecamatan Kindang.

Koordinator Massa, Muh. Sudirman meminta pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat memediasi masyarakat Adat Palioi dengan pihak-pihak yang mengatas namakan diri Raja Palioi.

"Pak wakil, saya sampaikan jika kami menggungat orang yang mengaku Raja Somba Palioi, karena keberadaannnya hanya akan menggeser nilai sejarah Somba Palioi serta silsilah keturunannya sangat keliru," kata Muh. Sudirman.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengaku akan melakukan mediasi dengan pihak yang mengaku Raja Somba Palioi dengan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Palioi, Kecamatan Kindang Bulukumba.

Mediasi tersebut dilakukan di ruang kantor Bupati Bulukumba pada Kamis, 19 Oktober 2017 mendatang, untuk membahas silsilah dan adanya kabar jika pembangunan Rumah Adat di Pappae Desa Taccorong Kecamatan Kindang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami segera mempertumukan saudara dengan dengan pihak yang mangaku sebagai Raja Palioi, kami juga akan memangil pihak-pihak terkait dalam hal ini Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan," ungkapnya.

Tomy menyebutkan, Adat Somba Palioi memiliki peranan sangat penting dalam sejarah kerajaan Kabupaten Bulukumba, sehingga kehadiran pihak tersebut yang mangatasnamakan diri Raja Palioi sangat meresahkan.

"Kami akan segera menghentikan sementara proses pembangunan rumah adat ini hingga ada kejeasan. Kami meminta waktunya sampai Kamis pekan depan untuk melakukan komunikasi," tukasnya.