09 October 2017 16:20 WITA

DPPPA Makassar Canangkan Sekolah Ramah Anak

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
DPPPA Makassar Canangkan Sekolah Ramah Anak

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), mencanangan Sekolah Ramah Anak, di Sekolah Menangah Pertama (SMP).

Sekolah Ramah Anak merupakan sekolah yang berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan, secara terencana dan bertanggung jawab.

Pencanangan ini diungkapkan oleh Kepala DPPPA Makassar Tenri A Palallo, bersama Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar, saat mengunjungi SMP Negeri 30 Makassar.

Tenri A Palallo mengatakan, inisiasi ini sebagai upaya menjadikan seluruh sekolah di Makassar sebagai sekolah ramah anak. Baik tingkatan PAUD, TK, SD hingga SMP. Sehingga setiap anak dapat memperoleh perlindungan, serta sarana dan beragam fasilitas pendukung.

"Kami inisiasi program ini agar anak-anak yang ada di sekolah, diberi perlindungan. Termasuk sarana prasarana pendukung bagi anak," kata Tenri, Senin (9/10/2017).

Tenri memaparkan, dalam membentuk sekolah ramah anak tidak hanya sekedar memberi perlindungan, tapi juga bagaimana anak dapat memperoleh hak-haknya di lingkungan sekolah. Seperti penyediaan toilet wanita dan pria yang terpisah, tangga dan penyediaan pintu darurat jika terjadi bencana, termasuk kantin dan penyediaan makanan yang sehat. 

"Bukan hanya mampu memberi perlindungan kepada anak. Kita juga harus berkomitmen dalam menyediakan ruang dan sarana bagi anak," ujar mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Makassar ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 30 Makassar, Hijriah Enang, mengapresiasi langkah DPPPA Makassar tersebut. Selain menjadikan contoh di sekolahnya, juga dapat memberi perlindungan bagi anak didiknya, utamanya dalam bentuk tindakan kekerasan. 

"Saya apresiasi langkah ini, luar biasa, semoga bisa menjadikan contoh sekolah lain untuk menerapkan sekolah ramah anak," kata Hijriah. 

Dalam usaha mewujudkan Sekolah Ramah Anak perlu didukung oleh berbagai pihak. Antara lain keluarga dan masyarakat yang sebenarnya merupakan pusat pendidikan terdekat anak. Lingkungan yang mendukung, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi anak akan sangat membantu proses mencari jati diri.