Senin, 09 Oktober 2017 14:25 WITA

ISIS Rekrut Predator Seks Dengan Iming-iming Wanita

Editor: Suriawati
ISIS Rekrut Predator Seks Dengan Iming-iming Wanita
Haifa, seorang wanita berusia 36 tahun dari komunitas Yazidi Irak yang diambil sebagai budak seks oleh ISIS (Foto: AFP / Getty Images)

RAKYATKU.COM - Penelitian terbaru dari think-tank Henry Jackson Society mengklaim bahwa ISIS merekrut predator seksual dan pria dengan riwayat kekerasan dalam rumah tangga, dengan iming-iming wanita.

Menurut peneliti, kelompok ekstrimis tersebut tampaknya menggunakan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, perbudakan seksual, dan pernikahan paksa, untuk meningkatkan jumlah perekrutan.

BACA JUGA: Hindari Pelecehan, Wanita Nigeria Pilih Jadi Pembom Bunuh Diri

ISIS juga dilaporkan menggunakan perdagangan manusia, termasuk perdagangan budak seks belia, sebagai cara untuk mendanai aktivitas teroris mereka.

"ISIL, Boko Haram dan kelompok jahat lainnya semakin melihat perdagangan manusia sebagai alternatif aliran pendapatan, dan kami tahu bahwa teroris menggunakan kekerasan seksual sebagai salah satu senjata yang mereka gunakan untuk membagi dan menciptakan ketakutan di dalam masyarakat," kata Yvette Cooper, ketua Commons Home Affairs Select Committee, dikutip Metro UK. ISIL adalah nama lain dari ISIS.

ISIS Rekrut Predator Seks Dengan Iming-iming WanitaPasukan Peshmerga Kurdi menahan militan ISIS di sebelah baratdaya Kirkuk, Irak, 5 Oktober 2017.

Penelitian ini menyarankan agar hukum Inggris ditafsirkan lebih luas untuk membantu memerangi kekerasan seksual yang digunakan sebagai taktik terorisme.

Lord Carlile, yang sebelumnya bekerja sebagai mantan pejabat independen untuk undang-undang terorisme, menyambut baik temuan dari laporan tersebut.