06 October 2017 19:29 WITA

SYL Kembali Raih Doktor Honoris Causa dari Malaysia

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
SYL Kembali Raih Doktor Honoris Causa dari Malaysia

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali menerima gelar doktor honoris causa (Dr Hc) dari Perguruan tinggi Malaysia.

Kali ini, SYL mendapatkan gelar Doktor honoris causa dari Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza), Terengganu Malaysia. Rencananya penganugerahan akan diberikan 21 Oktober mendatang di Kampus Unisza.

Tepat setahun lalu, SYL juga telah menerima gelar Dr Hc dari Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM), yang diserahkan langsung oleh Sultan Johor Sultan Ibrahim Ibni alm Sultan Iskandar selaku Chancellor UTHM.

President Unisza, Prof Dato Dr Ahmad Zubaidi Bin A Latif mengatakan, pemberian penganugerahan ini diberikan didasarkan kepada prestasi SYL, yang telah menjabat sebagai Gubernur Sulsel selama dua periode dan jejak karier di pemerintahan dan politik.

"Biasanya kami anugerahkan Dr Hc bagi pemimpin-pemimpin di dua negara ini yang telah menunjukkan ketauladanan bagi masyarakat, bukan hanya untuk negara kami dan Asia tapi seluruh dunia," ungkapnya mengunjungi SYL di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (6/10/2017). 

Menurutnya, gagasan mantan bupati Gowa tersebut menjadi contoh bagi pemerintah lainnya. Bukan hanya di Indonesia dan Malaysia tapi juga dunia. Salah satunya mengenai gagasan poros Asia di kawasan Asia Tenggara.

Selain penganugerahan, Dato Ahmad Zubaidi menambahkan selama ini Sulsel dan Negara Terengganu merupakan saudara. Karena itu pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk memupuk persaudaraan tersebut.

"Kata Pak Gubernur, kita adalah kakak dan adik atau saudara. Kami akan terus menyuburkan perasaan ini melalui berbagai aktivitas yang akan dirancang bersama," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi pemberian gelar tertinggi dari Unisza Terengganu. Menurutnya, pemberian gelar ini berkat gagasannya tentang Tol Asia.

"Saya pernah bicara mengenai tol Asia, mengenai pendekatan kawasan. Gagasan ini kemudian direspon oleh beberapa negara di Asia, di sana ada kebijakan bersama, kemitraan perusahaan dan gagasan bersama," pungkas SYL.