Jumat, 06 Oktober 2017 15:20 WITA

Musim Haji 2017, 39 Jemaah Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Musim Haji 2017, 39 Jemaah Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Makassar, merilis data jumlah jemaah haji Embarkasi Makassar yang meninggal di Arab Saudi tahun ini. 

"Total ada 39 Jemaah Haji yang meninggal di Tanah Suci. Dimana 38 jemaah meninggal di Arab Saudi dan satu orang jemaah meninggal di pesawat saat berada dalam proses pemulangan ke Tanah Air," kata Humas Kemenag Sulsel, Mawardi Siradj, Jumat (6/10/2017).

Jemaah terakhir yang meninggal di Arab Saudi bernama Safura Fookaya Hadju (70) dari Maluku Utara yang berada di kloter 11. Setelah berhari-hari dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Safura meninggal karena gangguan sirkulasi darah pada 28 September 2017.

Adapun untuk jemaah yang meninggal di pesawat berasal dari Makassar yang berada di kloter 1, atas nama Nurhayati Duri Mamma (54) yang meninggal pada pemulangan pertama debarkasi Makassar. 

Rincian jemaah yang meninggal Sulsel ada 13 jiwa, Maluku ada 7 jiwa dan Maluku Utara 8 jiwa yang meninggal, lalu Sultra 4, Sulbar 3 jiwa, Gorontalo, dan Papua masing-masing 2 jiwa.  

Selain dua jemaah yang disebutkan diatas, berikut tambahan lengkap 37 jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi:

1. Sara Muhridja Datau (UPG 29), Gorontalo, wafat 20 September 2017 di RSAS Mekah karena gangguan jantung di usia 68 tahun. 

2. Badaria Salangka Madda (UPG 24), Makassar, wafat 18 September 2017 di Masjid Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 66 tahun.

3. Suryati binti Abdurrahman Puasa (UPG 11),Malut, wafat 16 September 2017 di RSAS Makkah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 55 tahun.

4. Bahriah binti H Lahiyah Laengge (UPG 31), Pangkep, wafat 15 September 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 66 tahun.

5. Sitti Nuralam binti Ambotuo Kasim (UPG 30), Jeneponto, wafat 14 September 2017 di KKHI Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 60 tahun.

6. Minar Bennu Alimudin binti Ngwa (UPG 13), Maluku, wafat 10 September 2017 di pondokan Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 72 tahun.

7. Abdul Hamid bin Lanukmang (UPG 03), Sidrap, wafat 9 September 2017 di KKHI Makkah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 78 tahun.

8. Hamal bin Husain Rapiah (UPG 27), Polman, Sulbar, wafat 8 September 2017 di RSAS Makkah karena circulatory diseases pada usia 78 tahun.

9. Abudin Noho bin Senen (UPG 10), Ternate, wafat 5 September 2017 di pondokan Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 79 tahun.

10. Madinusa bin La Bungandera (UPG 21), Wakatobi, wafat 5 September 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 61 tahun.

11. Muhammad bin Busman Lapau (UPG 03), Barru, wafat 5 September 2017 di pondokan Makkah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 76 tahun.

12. Sitti Atike Minre Kanraba (UPG 28) Maros, wafat 2 September 2017 di RSAS karena respiratory disease meninggal di usia 52 tahun. 

13. Nursal bin Husen Rumadan (UPG 14), Maluku, wafat 3 September 2017 di KKHI Makkah karena unintentional injuries pada usia 93 tahun.

14. Sodding Kube Lasempo bin Lakube (UPG 34), Wajo, wafat 3 September 2017 di Pemondokan Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 59 tahun.

15. Adjid Jalal Hehanusa (UPG 13) Maluku, wafat 2 September 2017 di pemondokan Makkah kareba gangguan jantung di usia 77 tahun. 

16. Haera binti Hamma Paru (UPG 24), Makassar, wafat 1 September 2017 di RSAS Makkah karena circulatory diseases pada usia 61 tahun.

17. Aisa binti Said Murad (UPG 11), Maluku Utara, wafat 1 September 2017 di RSAS Makkah karena gangguan saluran pernafasan pada usia 65 tahun.

18. Boki bin Musa Ibnu (UPG 11), Maluku Utara, wafat 31 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 51 tahun.

19. Kamaria Duko binti Abdul Halim Baba (UPG 10), wafat 29 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena circulatory diseases pada usia 73 tahun.

20. Lahaji bin La Adi Wanci (UPG 14), wafat 27 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena endocrine nutritional pada usia 76 tahun.

21. Senga bin Jamadi Pato (UPG 30), wafat 25 Agustus 2017 di Masjid Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 71 tahun.

22. Mustari bin Semali Padduntu (UPG 09), wafat 23 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan saluran pernafasan dalam usia 77 tahun.

23. Rajab bin Rauf Soseba (UPG 10), wafat 23 Agustus 2017 di KKHI Makkah karena digestive diseases dalam usia 75 tahun.

24. Syarifuddin bin Kaja Daeng masalle (UPG 28), wafat 23 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 62 tahun.

25. Ade bin Majid Amrun (UPG 11), wafat 22 Agustus 2017 di Pemondokan Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 64 tahun.

26. Muhammad Ilyan bin Lanjong (UPG 04), wafat 22 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 59 tahun.

27. Jumra binti Umar Daeng Pawinru  (UPG 22), wafat 21 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 75 tahun. 

28. Marida Cecep binti Rengga (UPG 17), wafat 20 Agustus 2017 di RSAS Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah dalam usia 49 tahun. 

29. Jakaria bin Jawas Pallo (UPG 15), wafat 18 Agustus 2017 di perjalanan di Makkah karena gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia 54 tahun. 

30. Abas bin Abdul Rahim Wattiheluw (UPG 14), wafat 22 Agustus 2017 di RSAS Madinah karena gangguan saluran pernafasan dalam usia 77 tahun.

31. Abdul Rahman bin Kelsaba (UPG 14), wafat 18 Agustus 2017 di RSAS Madinah karena gangguan saluran pernafasan dalam usia 68 tahun.

32. Ilebi La Heinta (UPG 8),wafat 3 Agustus 2017 di Masjid karena cardiovascular disease pada usia 71 tahun. 

33. Syarifuddin Lame Manggi (UPG 21), Bombana Sultra, wafat di RSAS pada tanggal 3/9/2017 karena gangguan pernapasan di usia 49 tahun. 

34. Muhammad Darwis Razak (UPG 19) Kendari, Sultra, wafat di pemondokan pada tanggal 4 September 2017 karena gangguan endokrin dan nutrisi di usia  64 tahun. 

35. Muhammad Arsyad Aris Haruna (UPG 18) Polman Sulbar, wafat di RSAS pada tanggal 20/9/2017 karena infectious and Parasitic Disease di usia 66 tahun. 

36. Musa Jarigau Juma (UPG 30) Jeneponto Sulsel, wafat di RSAS pada tanggal 22/9/2017 karena Kekeurangan Hormon Endokrin dan Nutrisi di usia 63 tahun. 

37. Noho Saba Pentu (UPG 29) Gorontalo, wafat di RSAS pada tanggal 24/9/2017) karena serangan jantung di usia 74 tahun.