06 October 2017 13:58 WITA

Groundbreaking Tol Layang Makassar Digelar 12 Oktober

Editor: Fathul Khair Akmal
Groundbreaking Tol Layang Makassar Digelar 12 Oktober
Ilustrasi tol layang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat serius untuk memulai pembangunan infrasruktur besar lagi. Kali ini, tol layang dalam kota sepanjang perbatasan Gowa-Makassar yang melintasi Jalan AP Pettarani hingga karebosi, akan segera dimulai.

Peletakan batu pertama yang menandai proses pembangunannya, akan dimulai 12 Oktober 2017. SYL, sudah memanggil PT Marga Utama Nusantara, selaku kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Tentu saja, pertemuan itu untuk membicarakan persiapan groundbreaking atau peletakan batu pertama tol layang dalam kota. Groundbreaking itu, akan dilakukan bertepatan dengan HUT Sulsel ke-348. 

Manajemen PT Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi Empat (PT BMN-JTSE) yang dihadiri langsung Direktur Marga Utama, Anwar Toha membeberkan persiapan yang telah dilakukan menjelang groundbreaking tersebut. 

"Insya Allah kita sudah bisa lakukan groundbreaking bertepatan dengan keinginganan Gubernur 12 Oktober. Karena sampai saat ini tidak ada masalah yang dihadapi," ujar Direktur Marga Utama, Anwar Toha, Jumat (6/10/2017).

Ia melanjutkan, sampai saat ini, berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai dari lokasi groundbreaking yang mulai dibersihkan, hingga kesiapan alat yang dipakai saat groundbreaking.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Amin Yakob mengatakan, sejauh ini, semua persiapan cukup lancar. Dia menjamin tak ada persoalan yang ditemukan untuk rencana peletakan batu pertama tol dalam kota tersebut. 

Secara teknis dijelaskan Amin Yakob, konstruksi tol dalam kota akan dimulai Maret mendatang. Sekitar sebulan sebelumnya, median jalan sepanjang Pettarani akan ditutup. Pengerjaan konstruksi, lebih banyak akan dilaksanakan malam hari. Mengingat kawasan AP Pettarani sangat padat pada jam-jam sibuk.

Untuk tahap pertama, akan dirampungkan elevated road sepanjang 5,1 km dengan total anggaran yang dibutuhkan Rp2,3 triliun. 
SYL menekankan, proyek ini bisa berjalan baik dan rampung sesuai target yang ditentukan. Menurutnya, wilayah Pettarani sudah sangat padat oleh kendaraan. Kehadiran tol dalam kota sudah sangat mendesak.  

Dia sempat menawarkan kepada investor yang mengerjakan tol dalam kota, yakni alternatif pembiayaan jika memang butuh biaya cukup besar. Yakni menggunakan obligasi daerah maksimal Rp3 triliun. 

"Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi persiapannya sudah sangat matang. Apalagi, yang mengerjakan berpengalaman. Tidak susah karena hitung-hitungannya sudah jelas," tegas Ketua APPSI dua periode ini.