Rabu, 04 Oktober 2017 23:26 WITA

Warga Makassar Jadi Korban Human Trafficking, Begini Modusnya

Penulis: Azwar Basir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Warga Makassar Jadi Korban Human Trafficking, Begini Modusnya
S (16), Korban Human Trafficking Asal Makassar (Baju Merah).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan masih menjadi langganan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking. Berbagai macam modus dilakukan pelaku untuk merekrut sang korban yang sudah diincanrnya. 

Bahkan, pelaku berasal dari orang terdekat seperti teman yang sudah dikenal bertahun-tahun. Hal itu pun yang membuat korban percaya dan tidak curiga sedikitpun untuk melawan atau menghindar. Salah satunya yang dialami warga Makassar berinisial S (16).

"Modus ini sering terjadi pada anak atau perempuan muda, mereka ditawarkan suatu pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, tanpa dijelaskan jenis pekerjaannya dan dimana harus bekerja. Karena anak ini cepat terbujuk rayuan," kata Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPA), Meisy Papyungan. 

Ia menjelaskan, pelaku yang mengajak korban bekerja adalah temannya sendiri yang sudah lama dikenal. Untuk itu menurutnya, jika di lihat dari modusnya sangat manis dengan cara merayu si korban untuk ikut pelaku. 

"Yang membuat pelaku mencari korban adalah jika berhasil mendapatkan satu orang dan membawa masuk ke dalam lingkungannya, maka si pelaku ini mendapatkan komisi sampai Rp500 ribu," jelasnya.

Baca juga: Satu Korban Human Trafficking Asal Makassar Dipulangkan

Loading...

Untuk itu, Meisy mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai ajakan untuk bekerja di luar pulau, dengan iming-iming gaji yang cukup tinggi dan menggiurkan. 

"Jika ada ajakan pekerjaaan yang tidak jelas dan jenis perusahaannya, maka harusnya diteliti lebih dulu dan tidak perlu diikuti," harapanya. 

Selain itu, seluruh orangtua dan keluarga harus mampu menjaga anak perempuannya yang dapat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. 

"Harusnya keluarga juga berperan untuk mennjaga anak perempuannya, karena ini sudah mengarah ke pekerjaan prostitusi," tukasnya.

Loading...
Loading...