Rabu, 04 Oktober 2017 20:53 WITA

Satu Korban Human Trafficking Asal Makassar Dipulangkan

Penulis: Azwar Basir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Satu Korban Human Trafficking Asal Makassar Dipulangkan
S (16), Korban Human Trafficking Asal Makassar (Baju Merah).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -  Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Sulsel bekerjasama dengan DPPPA Maluku serta Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel memulangkan satu orang korban human trafficking dari Kabupaten Bula, Maluku, Rabu (4/10/2017). 

Korban yang berinisial S (16) berhasil di pulangkan ke Sulsel tepatnya di Kecamatan Mariso, Makassar. Sebelumnya ia berangkat ke Maluku untuk mencari rezeki, namun pekerjaan yang didapatkan di Maluku tidak sesuai dengan yang dipikirkan. 

"Sebelumnya sudah ada delapan orang korban yang berhasil dipulangkan lebih dulu, namun korban yang berinisial S kembali ke sana merasa umurnya sudah 21 tahun dan itu dibiarkan. Jadi jumlah selurhnnya korban yang berhasil dipulangkan sembilan orang," kata Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPA) Sulsel, Meisy Papyungan. 

Selain itu, Meisy mengatakan, ada satu yang menjadi korban sekaligus menjadi tersangka berinisial I (dewasa). I membawa S ke Maluku untuk bekerja di sana saat kembali Makassar. 

"Ini sebenarnya kerjanya seperti MLM, jika bisa berhasil membawa temannya masuk bekerja setelah pulang kampung, maka ia bisa mendapatkan bonus Rp 500 setiap satu orang. Jadi kalau dua orang dapat Rp 1 Juta," jelasnya.

Loading...

Sementara itu, Koalisi Perempuan Indonesia Sulsel, Alita Karen mengungkapkan, korban human trafficing ini terungkap saat Polda Maluku bekerjasama dengan Polda Sulsel melakukan sweeping di sepanjang daerah Maluku. 

"Polda  Maluku bersama Polda Sulsel  melakukan sweeping kemudian kedapatan ada anak usia 15-17 tahun, setelah itu langsung dipulangkan ke Makassar dan ini yang terakhir dipulangkan," ungkap Alita.

"Sementara yang merekrut, S sementara ditangani polda Maluku untuk diproses. Ketahuan sejak awal bulan September dimana korban menghubungi kakak yang kemudian menghubungi kami," tambahnya.

Loading...
Loading...