03 October 2017 00:32 WITA

Aliyah Tenggelam, Antara Kelalaian Keluarga dan Pihak Hotel

Editor: Adil Patawai Anar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pihak keluarga Aliyah Ramadhani, bocah 4 tahun yang tewas tenggelam di kolam renang Sky Garden & Pool lantai 6  Hotel Clarion, menyayangkan tidak adanya penjagaan dari Hotel Clarion saat Aliyah tenggelam.

Saat kejadian, Aliyah bermain bersama kedua sepupunya di kolam anak-anak. Aliyah saat itu ditemani nenek dan tiga tantenya. Hal tersebut terlihat pada salah satu video yang di unggah Jaitun Sulaiman, tante Aliyah, di facebooknya sebelum Aliyah tenggelam.

Namun nenek dan tantenya tak ikut mandi, hanya mengawasi kedua anak itu dari tempat duduk di sekitaran kolam. Tengah asik bercerita, mereka tak menyadari jika Aliyah telah berada di kolam dewasa yang hanya bersebalahan dari kolam anak-anak. Mereka belum sadar suara Aliyah telah menghilang.

Bahkan, info tenggelamnnya Aliyah didapatkan dari penghuni kamar di lantai atas, yang menyaksikan detik-detik Aliyah tenggelam.

"Salah satu penghuni kamar menelpon temannya di bawah jika ada anak tenggelam di kolam. Mengetahui kabar itu, kita panik mencari Aliyah. Namun, kita sudah menemukan Aliyah tenggelam di kolam orang dewasa," kata Zaitun di rumah duka di Jalan Tinumbu.

Sementara paman Aliyah, Juanda, menyayangkan tidak adanya penjagaan dari Hotel Clarion saat Aliyah Tenggelam.

"Tidak ada penjaga di kolam renang saat kejadian berlangsung. Bisa dilihat disiaran langsung facebooknya, bahkan di kursi penjaga yang tinggi juga tidak ada," ungkap Juanda.

"Bahkan saat mengangkat keponakan saya, sepupunya yang duluan mengangkat belum ada penjaga," tambahnya.

Baca juga: Pesan Terakhir Aliyah Sebelum Tewas Tenggelam

Sebelumnya, Marcom Manager Hotel Clarion Makassar, Ricwan Wahyudi mengatakan, saat kejadian, Aliyah tengah bermain air di tangga kolam dewasa bersama keluarganya. Melihat ada penjagaan keluarga, lifeguard (pengawas kolam Clarion) meninggalkan kolam untuk membereskan handuk.

"Disaat itulah terjadi hal yang tidak inginkan. Dan yang menyadari keluarga korban," kata Yudi.