Sabtu, 30 September 2017 08:32 WITA

Lomba Kasidah di Enrekang Berakhir Ricuh

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Lomba Kasidah di Enrekang Berakhir Ricuh

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Lomba Kasidah antar kampung di acara Batili Maroa diwarnai kericuhan, di lapangan Batili Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Jumat (29/9/2017) malam.

Kericuhan bermula, saat sebagian peserta melakukan protes terhadap keputusan wasit yang memberikan juara satu kepada salah satu peserta, yang dianggap tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan panitia.

"Ribut peserta dengan juri, saat ditetapkannya Kampung Bakkoro sebagai juara satu lomba Kasidah. Termasuk menyalahkan panitia yang tidak menyampaikan syarat penilaian ke jur," kata Irma, salah satu penonton.

Kejadian ini bermulasaat empat kampung telah tampil, syarat yang diberikan panitia kepada peserta untuk menampilkan kasidah klasik dan personel tidak boleh lewat dari tujuh orang. Aturan ini kemudian dilanggar tim kasidah dari Kampung Bakkoro. 

Bahkan, mereka justru menampilkan peserta lebih dari tujuh orang dan menampilkan kasidah modern atau menggunakan bantuan musik keyboard (elekton).

"Kita disuruh panitia tampilkan kasidah klasik, dan maksimal peserta tujuh orang. Loh kenapa justru berikan juara kepada yang tidak penuhi syarat. Wajarlah kita pertanyakan," kata Erna, salah satu personil kasidah Kampung Pakkalarian.

Saat aksi protes berlangsung panitia pun terkesan lempar tanggung jawab. "Kita sudah sampaikan ke juri kok, seperti syarat yang kita sepakati," ungkapnya.