Kamis, 28 September 2017 09:43 WITA

Proyek Kereta Api Sulsel Diserbu Investor Asing

Editor: Almaliki
Proyek Kereta Api Sulsel Diserbu Investor Asing

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemprov Sulsel terus berupaya menyelesaikan mega proyek kereta api trans Sulawesi tahap pertama Makassar-Parepare. Salah satu langkah yang diambil yaitu melibatkan pihak investor yang ingin masuk. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Trans Sulawesi, Henry Hidayat mengatakan, beberapa pihak investor dari luar negeri yang telah menawarkan diri untuk terlibat di dalam pembangunan proyek kereta api trans Sulawesi. 

"Dari Korea, Cina, Kanada, terakhir itu ada dari Jepang. Mungkin setelah HUT akan dibahas lagi, sambil membicarakan yang kereta api Mamminasata dalam kota," ujar Henry Hidayat, Kamis (28-9-2017).

Selain itu, katanya, sampai saat ini sistem pembiayaan yang digunakan yaitu dengan  Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pelibatan pihak swasta baru akan dibahas setelah HUT Sulsel, dan hal itu diyakini masih sangat terbuka lebar. 

"Kami masih pakai mekanisme KPBU, setelah itu baru menggunakan investor. Pak Gubernur  meminta soal pelibatan  investor dibahas setelah HUT Sulsel pada Oktober mendatang," tuturnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan PTSP Provinsi Sulsel, Yamin mengatakan, terkait persoalan investor, memang sudah ada beberapa yang ingin terlibat di dalamnya. Bahkan ada yang telah melakukan penjajakan awal untuk menanamkan modalnya.

Akan tetapi, Pemprov tidak langsung memilih satu di antara investor yang masuk menawarkan diri. Pemprov akan mengkaji siapa yang layak dan sektor apa saja bisa dimasuki oleh investor tersebut.

"Sebenarnya sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya untuk masuk, sebelumnya ada Rusia dan China. Semua berpeluang untuk masuk, nantilah akan dilihat siapa yang layak," ungkapnya. 

Yamin menyebutkan, pengerjaan KA ini bisa menggunakan investor baik itu untuk fisik, dan pengadaan operator tiketnya. "Sekarang tinggal melihat peluang investor mana bisa masuk. Sebenarnya kereta api ini, di Barru, pengerjaannya sudah sekisar 95 persen untuk lahan, baru kemudian masuk fisik," tutupnya.