23 September 2017 17:34 WITA

Job Fair Sulsel Target Serap 3.000 Tenaga Kerja

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Job Fair Sulsel Target Serap 3.000 Tenaga Kerja

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Sulsel, dibuka langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di halaman Kantor Disnaker Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Makassar, Sabtu (23/9/2017).

Job fair ini menghadirkan 51 perusahaan, dan akan berlangsung selama dua hari, hingga 24 September 2017, besok.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pihaknya menargetkan 3.000 tenaga kerja akan terserap dalam Job fair ini.

"Kita perkirakan ada 10.000 pendaftar, akan ada 3.000 yang diterima. Ada 7.000 yang tidak diterima tetapi saya minta untuk tetap didata," kata Syahrul.

Gubernur Sulsel dua periode ini sangat antusias melihat banyaknya pelamar kerja yang berdatangan. Dia mengharapkan, para pencari kerja yang diterima betul-betul memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. 

"Saya sangat senang melihat orang yang cari kerja. Dari pada diam menunggu pekerjaan, tetapi lebih senang lagi kalau mereka menciptakan pekerjaan," kata Syahrul. 

SYL menyebutkan, job fair ini menjadi ukuran kerja pemerintah daerah bersama industri dan para user atau penerima kerja. Dan meminta agar job fair dilakukan sesering mungkin. 

Nantinya, perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan akan diberikan penghargaan. Dengan syarat, perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan lebih dari 100 lowongan posisi akan diberikan penghargaan Bintang Emas Satu. 

Sementara perusahaan yang mampu membuka 200  lowongan kerja akan mendapat penghargaan  Bintang Emas Dua dan lebih dari 300 lowongan dengan sertifikat Bintang Emas Tiga. 

"Kita berharap dengan cara itu, pemerintah bisa mengontrol perusahaan yang ada," kata Syahrul.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja mencapai 500.000 orang. Dan target itu dapat dilampaui dengan penyerapan hingga 3.000.000 orang. 

Untuk itu, Syahrul meminta dukungan perusahaan agar mampu membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja. 

"Jadi perusahaan tidak hanya profit center atau mencari keuntungan semata tetapi membantu membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah siap dengan segala fasilitas dan pendampingan," pungkasnya.