Jumat, 27 Mei 2016 15:45 WITA

Berani! Pegawai Pemkot Parepare Kritik Terbuka Walikotanya...

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Almaliki
Berani! Pegawai Pemkot Parepare Kritik Terbuka Walikotanya...
Ahmad Kohawan (Kemeja Putih)

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Beragam aksi solider yang dilakukan untuk membantu keluarga mendiang Syamsul Alam alias La Pele, jenazah yang diangkut motor di Parepare beberapa waktu lalu. Yang paling menarik adalah, saat Rakyatku.com diberikan mandat untuk menyampaikan curahan hati Pegawai Pemerintah Kota Parepare pada pemimpinnya yakni Walikota Parepare, Taufan Pawe. (Baca: Miris! Ambulans Enggan, Jenazah di Parepare Diangkut Pakai Motor)

Adapun di bawah ini, adalah surat terbuka bagi Taufan: 

 

Surat Terbuka untuk Taufan Pawe

Salam hormat Pak!

Semoga Bapak dalam nafas bahagia, walau saya pahami, saat ini Bapak menggalau tingkat tinggi. Tetapi ijinkan saya berdoa semoga Bapak tetap sehat sehingga dapat menyimak dan melihat 10 dan 20 tahun ke depan, bagaimana zaman bergerak dengan manusiawi.

Saya tidak ingin meminta maaf Pak, karena menulis surat terbuka ini atau bahkan kritik beberapa bulan terakhir. Tetapi izinkan saya tetap dan sedang mengkritik Bapak sebagai kewajiban seorang yang bernalar dan memperhatikan Walikotanya.

Saya tidak ingin menyebut kronologis atau mendramatisir kisah La Pele dini hari itu. Dan saya juga tidak akan menunjuk bahwa Bapaklah yang bertanggungjawab atas kematian La Pele.

Bukankah setiap mahluk akan mengalaminya, termasuk saya atau Bapak? Yang bisa kita lakukan adalah tidak mengalami hal sama, pulang dari puskesmas sebagai jenazah dibonceng empat pake matik. Siapa yang peduli matik itu sudah lunas atau belum?

Tapi Pak, Bapak kenapa? Apakah ini mengenai ego? Lalu ego siapa yang akan kita menangkan? Ego masyarakatmu atau ego Walikotamu? Sungguh, saya bertanya tidak untuk dijawab secara teoritis, tetapi datanglah ke rumah almarhum La Pele, lihatlah betapa rumahnya jauh disebut istana mewah. 

Mengapa, kaki itu begitu berat melangkah, padahal engkau menjanjikan banyak hal pada almarhum. Tidakkah ini jalan Tuhan yang begitu dramatis, mengajak walikotanya melihat langsung detak hidup warganya meski harus melepas nafas?

Sungguh, tak ada bijak yang tersisa, jika hanya bersembunyi di balik pintu. Sembunyi dibalik jubah walikota. Kita bukan siapa-siapa Pak. Semuanya adalah amanah. Tidak lebih!

loading...

Dan, mengapa kau seakan memaksa semuanya berteriak, mendorong semuanya berontak.

Peduli seperti apa yang kau ingin bagi ke Kami, ketika menyimakpun kau tak sanggup.

Cinta sejati apa yang telah kau pelajari dari Eyang ketika maaf tak berani kau ucapkan?

Pak, ini bukan lagi soal jenazah La Pele, yang diangkut motor itu, bukan ...

Pak, ini juga bukan soal pernyataan tentang pers yang keliru itu, bukan ...

Pak, ini juga bukan soal politik seperti yang Bapak takutkan, bukan ...

Pak, ini soal nurani, soal kemanusiaan, soal masyarakat Bapak, soal kebijakan Bapak yang tidak menyentuh keluarga La Pele.

Pak, Bapak adalah walikota kita semua. Yang suka atau tidak suka dengan Bapak, Bapak tetaplah Walikota mereka. Pengayom mereka. Mengapa Bapak tidak mendatangi keluarga La Pele? Menyimak, kalau perlu merangkulnya. Rangkulan Pemimpin kepada Warganya. Hal yang tidak asing Bapak Lakukan di saat lalu.

Pak, saya aparat Bapak. Saya warga Bapak. Dan, terpenjara oleh seragam dan jabatan itu tidak baik Pak. Serius, tidak Baik.

Hormatku

Dr Ahmad Kohawan
Dinas Pendidikan Pemkot Parepare, staf UPTD
Seorang Pegawai Negeri Sipil
081241137***

Loading...
Loading...