21 September 2017 19:50 WITA

Pekan Keselamatan Jalan ke-11 Digelar di Mamuju

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Pekan Keselamatan Jalan ke-11 Digelar di Mamuju
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar, Benny Nurdin Yusuf.

RAKYATKU.COM, MAMUJU - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan melaunching Pekan Nasional Keselamatan Jalan Ke-11 di Anjungan Manakarra, Kota Mamuju, Minggu 23 September 2017.
 
Launching ini akan dihadiri Plt Dirjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar, Benny Nurdin Yusuf dan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar.

"Insyaa Allah kita jadwalkan Pak Plt Dirjen hadir. Acara ini kita launching sebagai wujud kepedulian akan keselamatan jalan di Sulbar dan berharap kegiatan sosialisasi bisa terus digalakkan secara masif," kata Kepala BPTD Sulselbar, Benny. 

Beberapa kegiatan akan mengisi acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2017 di Bumi Manakarra. Seperti acara hiburan, gerak jalan santai, kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kegiatan lainnya. 

"Kami akan buat beberapa kegiatan yang menarik seperti festival lampion, hiburan artis Trio Macan dan beberapa hadiah door prize," timpal Kasi Lalu Lintas BPTD Sulselbar, Yakub yang juga merangkap Kasatker Perhubungan Darat Sulbar sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Launching Pekan Nasional Keselamatan Jalan pada tahun ini mengusung tema Sayangi Jiwa, Kurangi Kecepatan. Tema ini dimaksudkan agar seluruh pengguna jalan berkomitmen untuk menurunkan kecepatan guna menghindari tingginya korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

"Tema ini adalah tema sentral dan kami akan sosialisasikan ke masyarakat secara masif agar pesan ini sampai  dan bisa mendorong lahirnya kesadaran untuk menjadikan keselamatan jalan sebagai kebutuhan dan membudayakan kepatuhan terhadap batas kecepatan," urai Benny.

Sesuai PM 111 tahun 2015 tentang tata cara penetapan batas kecepatan disebutkan, untuk jalan bebas hambatan minimal 70 km/jam dan maksimal 100 km/jam, jalan antar kota maksimal 80 km/jam, jalan kawasan perkotaan maksimal 50 km/jam, dan jalan dalam kawasan permukiman maksimal 30 km/jam. 

Dijelaskan, keselamatan jalan memang masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini dikarenakan jumlah kecelakaan yang semakin hari semakin bertambah seiring dengan tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan pertumbuhan infrastruktur, khususnya fasilitas keselamatan jalan.

"Olehnya program keselamatan jalan  harus dijual dan terus disosialisasikan secara menarik dan masif," ujar Benny. 

Kehadiran BPTD di Sulselbar diharapkan bisa lebih mendorong pencapaian target dari program pemerintah di bidang keselamatan jalan.

"Kami memang berharap bahwa dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan, pihak-pihak lain juga  seperti BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta lainnya dapat mengambil peran dan bekerjasama untuk melakukan kegiatan serupa di berbagai daerah  kabupaten/kota di Provinsi Sulselbar melalui dana CSR".

"Kalau pihak lain, mendukung insyaa Allah kita akan laksanakan juga di beberapa tempat di wilayah Sulsel.  Makassar misalnya, tentu dengan bentuk dan suasana yang berbeda tentunya," urai Benny yang juga mantan pejabat Dishub Sulsel yang pada masanya sering melaksanakan kegiatan Pekan Keselamatan Jalan di Sulsel. 

Penghargaan 

Pada acara Pekan Nasional Keselamatan Jalan di Mamuju, Direktur Jenderal Perhubungan Darat akan memberikan penghargaan kepada beberapa insan dan lembaga yang konsisten mengadvokasi keselamatan jalan ke masyarakat. 

"Ini sebagai wujud apresiasi atas kepedulian dan atensinya terhadap program pemerintah dalam menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan jalan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat," demikian Benny.

Sekedar diketahui, pelaksanaan Pekan Nasional  Keselamatan Jalan  yang setiap tahun dilaksanakan, sebagai tindak lanjut dari seruan PBB melalui resolusi PBB No 60/5 Tanggal 20 Oktober 2005 tentang Improving Global Road Safety atas keprihatinan atas tingginya korban kecelakaan lalu lintas. 

Data dunia menunjukkan sekitar 1,25 juta orang meninggal akibat laka lantas, atau sekitar 3-4 orang per menit meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Rata-rata korban laka lantas adalah usia muda sekitar 15 sampai 29 Tahun dan sekitar 49 % korban meninggal dunia adalah pejalan kaki, pengguna dan pengendara sepeda motor.

Pemerintah RI melalui Kementerian  Perhubungan melaksanakan Pekan Nasional Keselamatan Jalan yang digelar pertama kali di Jakarta pada tanggal 23 April 2007. 

Keprihatinan dan dukungan aksi keselamatan di Indonesia bukan tidak mendasar. Data tahun 2016 di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 108.374 kejadian laka lantas dengan korban meninggal dunia 25.859 orang atau sekitar 70 - 71 orang meninggal perhari atau sekitar 3-4 orang meninggal per jam akibat kecelakaan lalu lintas.