21 September 2017 13:47 WITA

Pertarungan eks Fajar

Sisi Lain Pilgub Sulsel

Editor: Almaliki
Sisi Lain Pilgub Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fajar Group adalah jaringan media paling besar di Indonesia Timur. Realitas ini tak bisa dimungkiri. Pun Fajar Group adalah "universitas" bagi kalangan jurnalis profesional, adalah fakta yang tak bisa dinafikkan. Mau bukti?

Hampir semua media terbesar di Indonesia Timur, terkhusus Sulsel, dipimpin eks Fajar Group. Semisal Tribun Timur yang kini dinakhodai eks Fajar Group. Ada Dahlan dan Tamzil Thahir. 

Ujungpandang Ekspres (Fajar Group) dikomandoi dua eks Fajar; Silahuddin Genda dan Buyung Maksum. Begitu pun Berita Kota Makassar, ada Fachruddin Palapa. 

Rakyatku.com, media daring terdepan di Indonesia Timur, lahir dari trio eks Fajar Group. Ada Subhan Yusuf, Husain Djunaid, dan Mulyadi Abdillah. Demikian pula dengan Mukhramal Azis di Pojoksulsel.com.

Lalu bagaimana dengan Pilgub Sulsel? Lagi-lagi, eks Fajar tampil sebagai nakhoda tim media. 

Pasangan Nurdin Halid (NH)-Azis menunjuk Yusuf Said sebagai ketua tim media. Yusuf Said adalah eks wartawan Fajar. Terakhir, diposkokan di Jakarta, lalu kemudian banting setir. Memilih berkelana di Jakarta, lalu dipanggil Nurdin Halid dan diberi amanah sebagai ketua tim media NH-Azis. Ucu,--demikian ia akrab disapa--dikenal sosok yang mudah bergaul.

Selanjutnya, tim media Prof Nurdin Abdullah-TBL (kemungkinan besar berubah dan memilih Sudirman Sulaeman, Red). Tim Media pasangan yang bertjargon Pak Prof ini, dinakhodai Bunyamin Arsyad. Om Ben--demikian akrab disapa--adalah eks Fajar. Om Ben sempat meniti karier jurnalis di Tribun Timur.

Ia lalu banting setir dan mendirikan warung kopi yang diberi nama Warkop Om Ben. Selama meniti karier sebagai jurnalis, Om Ben memang dikenal sebagai jurnalis yang dekat dengan Pak Prof.

Om Ben juga lama berkarier di Jakarta. Ia menggantikan posisi Mukhramal Azis sebagai Kepala Biro Jakarta. Kemudian, Om Ben ditarik ke Makassar, dan digantikan Subhan Yusuf.

Selanjutnya, tim media IYL-Cakka. Tim media yang dikenal dengan tagline Punggawa Macakka ini juga dimotori eks Fajar. Adalah Suherman Madani. Mantan wartawan Fajar yang selanjutnya meniti karier di Harian Rakyat Sulsel ini, memang lebih yunior dibandingkan Om Ben atau Ucu.

Namun, pengalaman medianya di Pilkada tak perlu diragukan. Suhe, sapannya, sukses mengantarkan Adnan Purichta Ichsan menduduki posisi kosong satu Gowa di Pilkada lalu. Ia pun banting setir, dan lebih banyak mendampingi bupati termuda di Indonesia Timur itu.

Sekadar info, Pilkada adalah persepsi. Persepsi, bisa positif dan bahkan sebaliknya; negatif--jika tim media tidak mampu mencitrakan tokoh yang menjadi jagoannya. 

Lalu siapa yang bakal sukses membawa jagoannya sebagai pemenang? Wallahu Alam. Kita tunggu saja. Satu yang pasti, pertarungan di Pilkada, juga adalah pertarungan tim media. Nama pun menjadi taruhan!