14 September 2017 19:08 WITA

Elevated Road Segmen II Tak Menanjak, Tapi Lewat Terowongan 

Editor: Fathul Khair Akmal
Elevated Road Segmen II Tak Menanjak, Tapi Lewat Terowongan 
Elevated Road Maros-Bone

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meninjau mega proyek Elevated Road jalan poros Maros-Bone. Untuk segmen I Elevated Road, sudah mencapai 59 persen pembangunan khusus konstruksi sudah mencapai 90 persen. 

Target penyelesaian Elevated Road segmen I, diberikan jangka waktu sampai Desember 2017. Namun kemudian ada perpanjangan waktu penyelesaian sampai Juli 2018. 

Sementara untuk segmen II, direncanakan jalurnya akan menanjak naik ke atas gunung melewati hutan. Namun, setelah SYL didampingi kepala bidang pelaksanaan pembangunan dan pengujian Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Budiamin tadi, ada perubahan jalur. 

"Di ujungnya itu kita sepakati bersama tidak naik gunung, tapi menggunakan terowongan sepanjang 1,7 kilometer. Itu akan masuk segmen II dan III," ujar SYL. 

Perubahan jalur segmen II dan III tersebut dibuatkan terowongan. Karena selain tidak mencemarkan lingkungan dan merusak lingkungan, terowongan menjadi sebuah jalan alternatif. Meskipun anggarannya tidak sedikit. 

"Saat ini sementara dalam proses kajian, tapi saya akan perkuat dengan surat gubernur. Dan presiden harus melihat keseriusan kita membangun jalan bahwa ini jalan sangat starategis dan sangat penting," katanya. 

Kepala Bidang Pelaksanaan Pembangunan Pengujian Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Budiamin mengatakan, keputusan untuk membuat jalur terowongan tersebut sudah memiliki izin. 

"Terowongan ini dilakukan agar tidak mengganggu hutan, apalagi hutan yang ada di sini adalah hutan lindung. Dan ini menjadi sebuah pilihan yang sangat alternatif, ini juga sebagai wacana agar lebih ramah lingkungan," tuturnya. 

Untuk melanjutkan pembangunan trowongan yang masuk dalam segmen II, belum bisa dilanjutkan pembangunan hingga 2018 mendatang. Karena baru akan dianggarkan.

"Bisa jadi kita akan lirik anggaran sampai Rp 3 triliun dari pusat khusus untuk terowongan nantinya," tukasnya.