Kamis, 14 September 2017 17:48 WITA

Musim Kemarau, Petani di Bulukumba Kebingungan

Editor: Fathul Khair Akmal
Musim Kemarau, Petani di Bulukumba Kebingungan
Sawah milik petani di Ballasaraja nganggur

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Sejumlah petani di Kabupaten Bulukumba kembali menggarap sawahnya untuk menanam palawija usia panen padi musim hujan lalu. Namun beberapa petani lainnya, justru menganggurkan lahan sawahnya memasuki musim kemarau ini.

Haris, warga Ballasaraja misalnya. Dia memilih untuk menganggurkan beberapa petak sawahnya karena merasa bingung jenis tanaman yang harus ditanamannya. Ditambah lagi, kurangnya pengetahun tentang jenis tanaman palawija.

"Mauki tanam jagung, tidak tau dari mana dapat binihnya. Karena dari pemerintah juga belum ada. Apalgi kacang tanah, kami belum mendapatkan pengetahuan yang baik cara bercocok tanamnya," ungkap Haris, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu, penyuluh pertanian setempat, Nurdin mengaku, baru mendata beberapa warga tani yang hendak menanam palawija untuk dimintakan bantuan ke Dinas Pertanian Bulukumba.

"Khsusus di daerah ini, ada beberapa yang sudah mau menanam kacang dan jagung, makanya kami sementara mendata untuk dimintakan bantuannya," jelasnya kepada Rakyatku.com.

Kepala dinas pertanian Bulukumba, Harun mengaku, memang saat ini belum ada bantuan benih khusus untuk kacang tanah. Namun Dinas pertanian mendukung petani dengan bantuan peralatan pemompa air untuk mengairi lahan sawah warga tani.

"Seperti di kecamatan Ujungloe, beberapa petani menanam kacang hijau di musim kemarau ini. Kita juga sudah menyuplai beberapa bantuan binih, meski terbatas," ungkap Harun.

Berita Terkait