Kamis, 14 September 2017 17:24 WITA

Mahasiswa Minta Rektor UNM Cabut Larangan MABA Berorganisasi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mahasiswa Minta Rektor UNM Cabut Larangan MABA Berorganisasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang tergabung dalam Aliansi Orange Menggugat menggelar aksi demonstrasi di Pelataran Gedung Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Kamis (14/9/2017). 

Dalam aksinya, para demonstran menuntut Rektor UNM untuk mencabut surat edaran yang melarang Mahasiswa Baru (MABA) mengikuti kegiatan organisasi, baik di internal dan maupun eksternal.

"Kami sudah berkumpul bersama membahas ini, ini betul-betul sudah membatasi ruang gerak Mahasiswa Baru dalam mengembangkan bakat dan minatnya," kata Haerul, salah satu peserta aksi yang juga Presiden BEM Fakultas MIPA. 

Selain menolak surat edaran, aksi ini juga menuntut penurunan biaya 50% UKT yang dibebankan kepada mahasiswa diatas semester 8. 

Mahasiswa Minta Rektor UNM Cabut Larangan MABA Berorganisasi

Kekecewaan terjadi setelah rektor UNM, Husain Syam menemui mahasiswa pendemo dan bersikeras tidak akan mencabut surat edaran tersebut.  "Surat edaran ini tidak akan saya cabut untuk sementara," ungkap Husain Syam. 

Dalam aksi ini, sempat terjadi cekcok mulut antara polisi dengan peserta aksi. Pemicunya saat mahasiswa ingin membakar ban dan surat edaran rektor, Kapolsek Rapoccini, Kodrat M. Hartanto bersikeras melarang pembakaran ban. 

Aksi saling dorong akhirnya terjadi. Mahasiswa yang berjumlah ratusan orang itu berhasil membakar ban dan surat-surat edaran rektor yang didapatkan. Setelah membakar ban, mahasiswa kemudian membubarkan diri.