Kamis, 14 September 2017 15:19 WITA

Aisyiyah Maros Ajak Ormas Tanggulangi Penyakit Tubercolosis

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Aisyiyah Maros Ajak Ormas Tanggulangi Penyakit Tubercolosis

RAKYATKU.COM, MAROS - Pengurus Aisyiyah Kabupaten Maros mengajak organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama bersinergi dalam program penanggulangan penyakit Tubercolosis (TB).

Hal itu dilakukan dalam bentuk Coordination and Network at District Level atau koordinasi antar organisasi kemasyarakatan di tingkat kabupaten. Kegiatan berbentuk pemaparan dan diskusi ini digelar oleh Sub-sub Recipient (SSR) TB-HIV Care' 'Aisyiyah di Ruang Rapat Kantor Dinas Kesehatan Maros, Kamis (14/9/2017).

Menurut Ketua Aisyiyah Maros, Hj Nurhayati Hamid, TB-HIV Care Aisyiyah akan kerjasama dengan Dinas Kesehatan, agar pelaksanaan program penanggulangan penyakit TB akan lebih maksimal. 

Pihaknya juga akan merekrut kader-kader penanggulangan TB dari masyarakat, di antaranya melalui puskesmas, ormas, dan lain-lain. Selain kader internal Muhammadiyah. 

"Kita berharap para kader akan mendata dan melaporkan saat menemukan pasien TB, serta melakukan pendampingan pengobatan rutin," kata Nurhayati.

Sementara itu, Koordinator Program SSR Sulsel, Wahriadi mengemukakan, penanganan dan penanggulangan TB, selain dilakukan langsung ke masyarakat, juga mendorong lahirnya regulasi, berbentuk Perda atau Perbup. 

"Upaya ini bukan program Aisyiyah saja, tetapi diperlukan sinergitas antar organisasi. Sinergi dalam penemuan kasus TB dan mendorong lahirnya regulasi. Karena itu, melalui diskusi ini akan dibentuk Forum Stop TB Maros untuk bersama-sama menanggulangi TB," ungkap Wahriadi.

Sedangkan Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam menyampaikan, terkait regulasi, DPRD akan mendorong terbitnya Perda. Sehingga penanggulangan TB dapat berjalan maksimal, karenanya semua stakeholder patut mendukungnya. 

"Kita harus pro aktif mencari penderita TB atau warga yang memiliki gejala TB. Ajak mereka berobat, secara gratis dan dapat dilayani di puskesmas. Di DPRD target kita lahir Perda penanggulangan TB. Semoga apa yang kita lakukan dengan program ini dapat berhasil menekan angka penderita TB di Maros, " paparnya. 

Diketahui, forum ini akan mendorong keterlibatan masyarakat menemukan kasus. Keterlibatan swasta, melalui dana CSR perusahaan digunakan juga untuk penaggulangan dan pengobatan TB, sehingga angka TB bisa berkurang.