14 September 2017 14:59 WITA

Selama F8, Pendapatan Parkir Online Capai Rp24 Juta

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Selama F8, Pendapatan Parkir Online Capai Rp24 Juta

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya mencatat, selama event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8), pemberlakuan sistem penarikan jasa parkiran secara online, berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp24.651.000.

Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad mengatakan, total pendapatan tersebut merupakan akumulasi penerapan sistem ini selama lima hari (6-10 September 2017) saat pelaksanaan Makassar F8.

"Pemberlakuan sistem ini hanya kita lakukan di lahan parkir resmi. Dimana selama F8 kita terapkan tarif jasa insidentil. Untuk motor itu Rp3 ribu dan mobil Rp5 ribu,” kata Irianto, Kamis (14/9/2017).

Irianto mengungkapkan, penerapan sistem perpakiran online ini, masih sebatas simulasi. Dengan menerjunkan sedikitnya 130 karyawan PD Parkir Makassar Raya dan 75 juru parkir (jukir).

Sebelum diturunkan, para jukir dilatih untuk menggunakan perangkat kerja seperti android dan printer. Alhasil penerapannya berjalan maksimal yang nantinya akan diberlakukan dibeberapa titik padat kendaraan di Kota Makassar.

“Kita sudah latih beberapa jukir yang terlibat di F8 kemarin. Kita lakukan simulasi agar mereka bisa menggunakan alat penunjang penerapan parkir online,” jelasnya.

Adapun jumlah kendaraan yang menggunakan lahan parkir resmi selama F8 berlangsung, yakni roda dua sebanyak 5.887 unit dan roda empat 2.324 unit. Hari pertama hingga kelima jumlah kendaraan mencapai kurang lebih 1.000 unit.

”Hari pertama mobil 665, motor 1.742, hari kedua mobil 273, motor 1.216, hari ketiga mobil 253, motor 1.238, hari ke empat mobil 207, motor 1.823 dan di hari ke lima mobil 146 dan motor 1.007,” urainya.

Irianto menilai simulasi sekaligus uji publik ini, menandakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terhadap sistem perparkiran online selama F8, sudah ada tapi belum begitu signifikan. Sehingga perlu dilakukan uji publik lanjutan.

”Kita akan mendengar tanggapan dari masyarakat terkait penerapan sistem ini. Intinya masyarakat tentu ingin melihat tarif pajak itu memang masuk ke kas daerah," ujarnya.

Untuk penerapannya, kata dia, sistem parkir online ini, akan tetap memberlakukan tarif jasa umum, yakni roda dua dikenakan tarif Rp1.000 dan roda empat Rp2.000.

"Selama belum ada kenaikan, kita masih terapkan tarif normal pada sistem ini. Di F8 kemarin memang kita gunakan tarif jasa insidentil,” pungkasnya.