14 September 2017 14:34 WITA

Mengurai Makna Tersirat Tulisan Maqbul Halim di Medsos

Editor: Fathul Khair Akmal
Mengurai Makna Tersirat Tulisan Maqbul Halim di Medsos
Maqbul Halim

RAKYATKU.COM - Politisi Partai Golkar, Maqbul Halim dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini. Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) yang membebastugaskan Maqbul dari jabatan strategis tersebut.

Musababnya Maqbul dicopot, karena percakapan di salah satu grup Whatsapp. Pencopotannya, juga menjelang penyerahan rekomendasi Partai NasDem ke pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar. 

Baca Juga: Golkar Copot Maqbul Halim, Roem: Tiap Orang Kadang Khilaf

Pasca pencopotan itu, Maqbul tak lagi pernah terlihat di segala aktifitas kepartaian partai beringin Sulsel. Termasuk, segala persiapan menyambut penyerahan rekomendasi NasDem ke NH-Aziz, Kamis (14/9/2017), siang ini.

Pasca tak lagi bertugas, Maqbul muncul. Namun melalui akun facebook pribadinya, mantan anggota KPU Makassar ini, menuliskan curahan hatinya. 

Di atas tulisan itu, Maqbul memberi judul, 'Selamat Pergi Partai Golkar'. Segudang makna tersirat, ada dalam susunan kata-kata Maqbul itu.

Saat dihubungi Rakyatku.com, Maqbul mengakui, bila tulisan itu, memang ditulisnya beberapa saat yang lalu. Ia mengatakan, secara keseluruhan, tulisan itu menggambarkan ungkapan terima kasihnya terhadap partai Golkar.

"Saya cuma mengucapkan terima kasih ke Partai Golkar," kata Maqbul.

Saat ditanya maksud ucapan terima kasih itu, Maqbul tak menjawab. Ia hanya mengaku, bila dirinya merasa ditinggalkan Partai Golkar.

"Saya tidak tinggalkan Golkar, (tapi) Golkar yang tinggalkan saya. Kan sudah terang penjelasanku di facebook itu. Kan Golkar tinggalkanki, jadi saya bilang selamat pergi," tambahnya.

Maqbul juga tak ingin memperjlas, statusnya saat ini di Partai Golkar Sulsel. Pasca keputusan pencopotan itu, apakah dirinya hanya 'diistirahatkan' sementara dari jabatannya, ataukah dipecat sebagai kader.

"Intinya Golkar sudah umumkan pencopotanku. Apalah namanya, pencopotan atau non aktif-lah. (Dicopot sebagai kader) Tidak taulah Golkar yang tinggalkanki, mau bikin apa," ujarnya.

"Ya-kan masa orang bekerja tidak berdoa," ucapnya.