Kamis, 14 September 2017 12:58 WITA

Korsel Temukan Jejak Gas Radioaktif dari Uji Coba Nuklir Korut

Editor: Suriawati
Korsel Temukan Jejak Gas Radioaktif dari Uji Coba Nuklir Korut
Kim Jong-un memeriksa bom hidrogen

RAKYATKU.COM - Korea Selatan mengatakan telah menemukan jejak gas radioaktif, yang dipastikan berasal dari tes nuklir Korea Utara awal bulan ini. Namun, pemerintah tidak dapat menyimpulkan apakah tes tersebut merupakan bom hidrogen seperti yang diklaim Pyongyang atau bukan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (13/09) Komisi Keselamatan dan Keamanan Nuklir (NSSC) Korsel mengatakan bahwa detektor xenon berbasis lahan di bagian timur laut negara tersebut menemukan jejak isotop xenon-133 pada sembilan kesempatan. Peralatan bergeraknya di lepas pantai timur juga mendeteksi jejak isotop empat kali.

BACA JUGA: Korsel Akan Bentuk Unit Pemenggal Kepala untuk Takuti Kim Jong-un

"Sulit untuk mengetahui seberapa kuat uji coba nuklir dengan jumlah xenon yang terdeteksi, tapi kita dapat mengatakan bahwa xenon berasal dari Korea Utara," kata komisaris eksekutif Choi Jongbae, pada sebuah konferensi pers di Seoul. 

 

Xenon adalah gas alami yang tidak berwarna yang digunakan dalam pembuatan beberapa jenis lampu. Tapi xenon-133 yang terdeteksi adalah isotop radioaktif yang tidak terjadi secara alami dan yang telah dikaitkan dengan tes nuklir Korea Utara di masa lalu.

BACA JUGA: Korea Utara Tidak Terima Sanksi Baru PBB

NSSC juga mengatakan bahwa jejak xenon yang terdeteksi tidak berdampak pada lingkungan dan populasi Korea Selatan.

Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam pada 3 September, mendorong Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan sanksi baru.