14 September 2017 12:43 WITA

Dari Enrekang, Polda Ungkap Pupuk Ilegal di Maros

Editor: Almaliki
Dari Enrekang, Polda Ungkap Pupuk Ilegal di Maros

RAKYATKU.COM, MAROS - Jajaran Polda Sulsel berhasil mengungkap produksi pupuk ilegal yang dibuat di Kabupaten Maros. Pengungkapan tersebut bermula, ketika Sat Reskrim Polres Enrekang menemukan pupuk pembenah tanah merek ADB, di wilayah hukum Polres Enrekang yang tidak memiliki izin. 

"Kemudian dikoordinasikan dengan Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sulsel. Produksi pupuk tersebut ternyata tidak terdaftar di Kementerian Pertanian RI," ungkap Kombes Pol Dicky, Kabid Humas Polda Sulsel di Dusun Tamangesa Desa Bonto Lempangan Kecamatan Bontoa, Kamis (14-9-2017).

Dicky menyebut, pupuk tersebut dibuat dari bahan batu karang yang dihaluskan. Tempat produksi pupuk ilegal tersebut terdapat dua tempat di Kabupaten Maros, yakni di Dusun Tamangesa Desa Bonto Lempangan Kecamatan Bontoa dan di Jalan Poros Kariango Desa Tanringangkae Kecamatan Mandai.

"Jadi pabrik produksinya ada di dua tempat, dan semua ada di Kabupaten Maros. Bahan bakunya diambil dari batu karang yang dihaluskan. Total beratnya 205 ton," tambah Dicky.

Terkait kasus tersebut, Polda Sulsel telah menetapkan seorang tersangka yang merupakan pemilik pabrik. Meski demikian Dicky menyebut tersangka saat ini belum ditahan.

"Ada satu orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka berinisial KN, pemilik pabrik. Saat ini belum ditahan karena masih didalami," tambahnya. Adapun hasil dari produksi pupuk ilegal tersebut telah diedar ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan.