Kamis, 14 September 2017 11:56 WITA

DAK Jalan Terancam Hangus, Ini Alternatif Dinas PU Makassar

Editor: Almaliki
DAK Jalan Terancam Hangus, Ini Alternatif Dinas PU Makassar
Ansar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh Ansar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan alternatif guna mengantisipasi hangusnya Dana Alokasi Khusus (DAK) perbaikan jalan sekitar Pasar Sentral Makassar.

"Saya sudah mempersiapkan alternatif. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mengusulkan ke Menteri Keuangan, agar lokasinya (DAK) bisa dialihkan ke tempat atau jalan lain. Daripada DAK itu hangus, lebih baik kita manfaatkan," ungkap Ansar pada Rakyatku.com.

Saat ini, lanjut Ansar, masih ada sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, yang juga membutuhkan perbaikan. Seperti Jalan Irian dan Jalan Nusa Kambangan.

Sebelumnya, Ansar mengungkapkan, DAK perbaikan jalan di sekitar Pasar Sentral Makassar terancam hangus, atau dikembalikan kepada pemerintah pusat. Pasalnya, apabila akhir September pengerjaan jalan di Pasar Sentral belum kunjung dilaksanakan, maka DAK tahap kedua sebesar 30 persen, tidak dapat diserap.

"Dana DAK ini punya waktu-waktu pencairan. Apabila waktu pencairan itu lewat, uangnya bisa hangus, atau dengan kata lain dikembalikan ke pusat," kata Ansar pada Rakyatku.com.

Ansar menambahkan, dari DAK sekira Rp17 miliar, sampai saat ini baru terserap 30 persen atau Rp5,1 miliar pada pencairan tahap pertama. Sehingga masih ada sekira 70 persen yang belum terserap.

"Kami sangat berharap relokasi pedagang dan pembongkaran lapak dapat secepatnya diselesaikan. Karena pemerintah pusat telah membagi proses penyerapan DAK itu ke dalam empat tahap," tuturnya.

Dalam proyek itu, ditarget, tahap pertama selesai 30 persen, kedua 30 persen, lalu tahap ketiga dan keempat masing-masing 20 persen. Masa pengerjaan 165 hari terhitung sejak 4 Juli 2017 lalu atau harus rampung 25 Desember 2017 mendatang.

Hingga saat ini, pengerjaan jalan di area Pasar Sentral Makassar, diakui Ansar baru mencapai 40 persen. Mencakup Jalan HOS Cokroaminoto lebih dari 100 meter dan Jalan KH Agussalim.

"Perkembangan pengerjaan sangat sedikit. Belum ada yang tuntas, hanya sepotong-sepotong yang dikerjakan. Karena itu tadi, kita terhalang oleh lapak pedagang yang masih berdiri disana," pungkasnya.