14 September 2017 09:58 WITA

40% Desa Rohingya di Rakhine Telah Kosong

Editor: Suriawati
40% Desa Rohingya di Rakhine Telah Kosong
Orang-orang Rohingya berjalan menuju perbatasan Bangladesh

RAKYATKU.COM - Sejumlah desa yang dulunya didiami oleh minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar telah kosong.

Zaw Htay, seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengatakan, dari 471 desa yang menjadi sasaran "operasi pembersihan" oleh tentara sejak akhir Agustus, 176 telah kosong dan setidaknya 34 lainnya sebagian ditinggalkan.

BACA JUGA: PM Bangladesh Desak Myanmar Ambil Kembali Pengungsi Rohingya

Operasi pembersihan dimulai setelah gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi dan tentara pada tanggal 25 Agustus. Sejak saat itu, setidaknya 370.000 orang Rohingya yang melintasi perbatasan ke Bangladesh dan memicu rentetan kecaman terhadap Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar.

Sementara itu, pemerintah Bangladesh telah mendesak Myanmar untuk mengambil kembali Rohingya yang telah melarikan diri.

Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengunjungi kamp pengungsian Rohingya. (Foto: AP)

Namun, dalam pernyataanya, Zaw Htay mengindikasikan bahwa tidak semua dari mereka dapat segera kembali. "Kami harus memverifikasinya. Kami hanya bisa menerimanya setelah diverifikasi," katanya.

Namun, komentar ini tampaknya menjadi titik terang, di mana pemerintah Myanmar mulai menunjukkan sikap untuk menerima Rohingya, yang kewarganegaraannya tidak diakui di Myanmar.

Pada hari Rabu, sekretaris jenderal PBB, Antonio Guterres, meminta Myanmar untuk menangguhkan tindakan militernya, yang menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai "bencana" dan meminta semua negara untuk memasok bantuan.