Rabu, 13 September 2017 23:50 WITA

Masyarakat Sipate Enrekang Belajar Produksi Sayur yang Bebas Pestisida 

Editor: Fathul Khair Akmal
Masyarakat Sipate Enrekang Belajar Produksi Sayur yang Bebas Pestisida 

RAKYATKU.COM - Penggunaan agens hayati dalam proses bercocok tanam, dilatar belakangi oleh semakin sadarnya konsumen untuk mengkonsumsi produk pertanian yang sehat , bebas residu kimia dan kesadaran akan lingkungan hidup. Oleh karena itu, petani harus tahu alternative pengendalian OPT yang ramah lingkungan, salah satunya adalah agens hayati. 

Dalam kegiatannya, Syatrawati dan Sitti Inderiati dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, melaksanakan kegiatan iptek bagi masyarakat tani dan wanita tani di Dusun Sipate, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Sebagai salah satu sentra produsen sayuran dataran tinggi di Sulawesi Selatan, melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memperkenalkan pentingnya 
memproduksi sayuran yang bebas dari kontaminasi pestisida sintetik.

"Kegiatan ini sangat diperlukan bagi masyarakat tani, karena dapat 
menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan limbah pertanian dalam pengembangan, serta penyediaan agens hayati secara mandiri dalam pengelolaan OPT sayuran yang 
ramah lingkungan," ujar Syatrawati.

Kegiatan ini sebagai solusi bijak dalam penerapan sistem bercocok tanam yang ramah lingkungan, dikemas dalam bentuk sosialisasi penggunaan, penyediaan dan demontrasi aplikasi agens hayati secara sederhana ke pertanaman.

Masyarakat Sipate Enrekang Belajar Produksi Sayur yang Bebas Pestisida 
 
Program ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani, khususnya wanita tani dalam penyediaan agens hayati dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai media perbanyakan agens hayati .
 
Kegiatan penerapan ipteks ini akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2017 mendatanh. Metode kegiatan yang 
dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pengenalan, perbanyakan agens hayati pada limbah pertanian dan peternakan,dan cara aplikasi yang sederhana (mudah ), murah dan tersedia terus menerus, demplot pertanaman sebagai wadah aplikasi.

Masyarakat Sipate Enrekang Belajar Produksi Sayur yang Bebas Pestisida 

Hasil dari kegiatan penerapan iptek ini diharapkan kelompok tani/wanita tani mampu memproduksi agen hayati sendiri, khususnya Trichompos secara mandiri dan mampu mengimplementasikan kegiatan budidaya pertanian yang berwawasan lingkungan secara terpadu," kata Syatrawati.