13 September 2017 15:19 WITA

Perusahaan Jepang Tawarkan Layanan Pemakaman Drive-THRU

Editor: Suriawati
Perusahaan Jepang Tawarkan Layanan Pemakaman Drive-THRU
Foto: AFP

RAKYATKU.COM - Sebuah perusahaan pemakaman Jepang akan menawarkan kesempatan kepada orang-orang berkabung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang terkasih yang meninggal, tanpa meninggalkan tempat duduk mereka di dalam mobil.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa layanan "drive-thru" adalah yang pertama di Jepang. Dengan layanan ini, keluarga berkabung akan mendaftarkan nama mereka di perangkat tablet layar sentuh dan melakukan ritual dupa secara tradisional hanya dengan menurunkan kaca mobil.

BACA JUGA: Robot ini Bisa Pimpin Upacara Pemakaman Buddha

Presiden perusahaan, Masao Ogiwara mengatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat layanan pemakaman dan juga memberi kesempatan pada keluarga yang tua, untuk berpartisipasi dalam pemakanan.

"Orang tua mungkin ragu untuk menghadiri pemakaman karena mereka harus meminta bantuan untuk keluar dari mobil," kata Ogiwara kepada AFP.

"Tapi kami ingin sebanyak mungkin orang bisa datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada teman atau tetangga mereka," katanya.

Biasanya, dibutuhkan waktu setidaknya 15 menit bagi seseorang untuk menawarkan dupa saat upacara pemakaman tradisional Jepang. Tapi dengan drive-thru, Ogiwara mengatakan waktunya akan dikurangi menjadi hanya beberapa menit.

Pemakan drive-thru adalah yang terbaru dari serangkaian inovasi Jepang dalam bisnis pemakaman. Salah satu tren yang memicu kontroversi adalah sistem yang disebut rent-a-bhikkhu, di mana keluarga berkabung dapat memesan seorang bhikkhu (biksu) untuk melakukan upacara pemakaman, dengan hanya dengan satu klik mouse.

Perusahaan lain melangkah lebih jauh dengan mengganti seorang biksu Buddha yang sesungguhnya dengan robot "Pepper" untuk melakukan prosesi pemakaman.

Di Jepang, satu dari empat orang berusia 65 tahun atau lebih. Laporan terakhir dari pemerintah menunjukkan bahwa 27,3 persen dari populasi yang berjumlah 127 juta berusia 65 atau lebih tua, dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 37,7 persen pada tahun 2050.

Tags
Jepang