13 September 2017 12:58 WITA

PT Arca Perkasa Ternyata Travel Umrah Bodong

Editor: Sulaiman Abdul Karim
PT Arca Perkasa Ternyata Travel Umrah Bodong
Polda Sulsel merilis kasus penipuan travel umrah, Rabu (13/9/2017). Foto: Syukur.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel merilis pengungkapan kasus penipuan travel umrah modus promo yang dilakukan bos PT Arca Perkasa, Arsad dan Haryadi. Dalam rilis yang dihadiri dua tersangka itu, terungkap bahwa PT Arca Perkasa ternyata bodong. 

"Para pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan perusahaan bodong. Mereka seolah-olah punya travel tapi sebetulnya tidak punya," terang Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu (13/9/2017).

Penyidik, lanjut Dicky, masih berupaya melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Apalagi, korbannya ada dari luar Sulawesi, eperti Kalimantan. "Dari Gowa, Makassar bahkan Kalimantan. Latar belakang korban juga berbeda-beda," lanjut Dicky.

Diberitakan sebelumnya, Arsad dan Haryadi dilaporkan Heny yang menghimpun dana dari calon jemaah. Per jemaah ditawari promo umrah Rp14 juta. Heny kemudian menghimpun dana dari 76 orang jemaah. Pada Mei 2014, Heny secara bertahap menyerahkan Rp1.080.000.000 kepada PT Arca Perkasa. 

Baca Sebelumnya: Travel Umrah di Makassar Tipu Konsumen Pakai Tiket Pesawat Palsu

Setelah menyerahkan dana itu, para jemaah kemudian dijanjikan akan berangkat umrah pada Mei 2015. Tapi, tidak kunjung diberangkatkan. Setelah Heny mendesak, barulah PT Arca Perkasa menyerahkan tiket pesawat untuk 76 jemaah ini. Tapi setelah di Bandara Sultan Hasanuddin, tiket itu ternyata palsu sehingga jemaah batal berangkat. 

Merasa ditipu, Heny kemudian mengajukan protes. PT Arca Perkasa kemudian bersedia mengembalikan uang jemaah dengan cara mengangsur. Itu pun hanya untuk 31 jemaah. Sedangkan yang 45 jemaah, PT Arca Perkasa tidak menyanggupi. 

"Tersangka juga berjanji akan berangkatkan jemaah bulan Desember 2015. Namun namun tidak sanggup juga. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polda Sulsel," tambah Dicky.  
  
Dicky menyebut penipuan dengan modus umroh telah marak terjadi. Olehnya itu pihak Polda Sulsel berharap Kanwil kemenag dapat mengekspos travel mana saja yang resmi untuk perjalanan Umroh dan Haji.

"Ternyata penipuan modus ini sudah marak. Untuk mencegah korban semakin bertambah, kita berharap Kemenag mengekspos travel mana saja yang resmi," tutup Dicky.

Sementara itu, salah satu pelaku Arsyad berkilah tidak memberangkatkan mereka yang sudah membayar lantaran perusahaan sedang merugi. "Kami melakukan subsidi sidang. Perusahaan kami goyang sehingga tidak bisa lagi memberangkatkan. Kami menawarkan promo seharga Rp14 juta. Kami memang tidak memiliki izin umrah," akunya.