Rabu, 13 September 2017 12:18 WITA

Korea Utara Tidak Terima Sanksi Baru PBB

Editor: Suriawati
Korea Utara Tidak Terima Sanksi Baru PBB
Ilustrasi Kim Jong-un

RAKYATKU.COM - Korea Utara (Korut) menentang sanksi baru PBB yang ditetapkan pada hari Senin (11/09) sebagai tanggapan atas uji coba nuklir terbarunya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (13/09) melalui kantor berita KCNA, Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa resolusi tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak sah untuk membela diri. Mereka juga mengatakan bahwa sanksi itu ditujukan untuk mencekik negara dan rakyatnya melalui blokade ekonomi skala penuh.

BACA JUGA: Dengan Suara Bulat, PBB Dukung Sanksi Baru untuk Korea Utara

Sebagai tanggapan, rezim Kim Jong-un berjanji untuk melipatgandakan usaha untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai ancaman invasi AS.

"DPRK akan melipatgandakan usaha untuk meningkatkan kekuatannya untuk melindungi kedaulatan dan hak negara atas keberadaan dan untuk menjaga perdamaian dan keamanan kawasan dengan menetapkan keseimbangan praktis dengan AS," kata kementerian tersebut. DPRK adalah singkatan dari Republik Rakyat Demokratik Korea, nama resmi Korea Utara.

Korea Utara Tidak Terima Sanksi Baru PBBPernyataan tersebut seirama dengan pernyataan duta besar Korut untuk PBB di Jenewa, Han Tae Song yang mengatakan pada hari Selasa bahwa Pyongyang akan melakukan langkah-langkah untuk membuat AS menderita rasa sakit terbesar yang pernah dialami dalam sejarahnya.

Sanski baru untuk Korea Utara, termasuk larangan ekspor tekstil dan pembatasan pasokan bahan bakar, dan melarang perusahaan asing untuk membentuk usaha patungan komersial dengan entitas Korut