13 September 2017 11:22 WITA

Motor yang Ditarik Pembiayaan Bisa Dipidanakan

Editor: Adil Patawai Anar
Motor yang Ditarik Pembiayaan Bisa Dipidanakan

RAKYATKU.COM, PALU - Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Kasubdit 1 Industri dan Perdagangan, AKBP Teddy D Salawati menegaskan, pihak leasing atau perusahaan pembiayaan kredit kendaraan dapat dipidana bila melakukan penarikan atau pengambilan paksa kendaraan bagi konsumen penunggak kredit.

Konsumen bisa melaporkan jika penarikan kendaraan itu tanpa adanya sertifikat jaminan fidusia dan pendampingan dari kepolisian.

“Tidak ada lagi yang namanya debt collector dan kemudian tarik paksa kendaraan dari tangan konsumen, baik itu di jalan maupun dimana saja. Kalau ada (penarikan paksa) segera laporkan, kita proses, karena ini kasus perampasan atau perampokan,” kata Teddy D Salawati

Ia menjelaskan, masalah perjanjian itu seharusnya ada di ranah perdata. Ketika perjanjian itu diingkari atau gagal, maka tentunya ada sanksi, sanksinya itu ada di undang-undang jaminan fidusia.

“Sudah diatur semuanya, jadi tidak ada lagi sewa-sewa orang preman, debt collector, tarik-tarik kendaraan di jalan,” tegasnya.

Pihaknya juga dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan serta mensosialisasikan ke masyarakat, jika tidak ada lagi pihak leasing yang menarik-narik kendaraan kredit jika itu berkaitan dengan jaminan fidusia.

Menurutnya, siapapun yang mengambil paksa atau merampas kendaraan kredit dimanapun tempatnya, maka pelaku dan yang menyuruh dapat dipidanakan dengan pasal 362 KUHP dan atau Pasal 365, atau pasal 55, 56 KUHP.

Sementara Ketua YLK Sulteng, Salman Hadiyanto mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir, pihaknya sudah banyak menerima aduan dari konsumen. Pengaduan tertinggi yakni terkait pelayanan PLN sebanyak 32 pengaduan, disusul masalah kredit kendaraan dan ketiga kelangkaan gas elpiji dan bahan bakar minyak.

“Pasti banyak yang mengadu. Tetapi sebaliknya, jika tidak ada lagi pemadaman atau listrik normal, maka pengaduan tentang PLN akan menempati posisi lebih rendah untuk tingkat pengaduannya,” katanya.

Kemudian pengaduan yang banyak masuk ke YLK Sulteng juga soal masalah penarikan kendaraan dari pihak leasing karena menunggak tagihannya, baik itu sepeda motor maupun mobil.