Selasa, 12 September 2017 22:48 WITA

PLTB Sidrap Mampu Hasilkan Listrik 210 Megawatt 

Editor: Fathul Khair Akmal
PLTB Sidrap Mampu Hasilkan Listrik 210 Megawatt 
Salah satu komponen PLTB Sidrap

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan meninjau pemasangan peralatan raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), berupa rumah turbin Gamesa G114-2,5 MW dan pusat baling-baling di lokasi megaroyek, besok Kampung Pabberesseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watangpuly, Kabupaten Sidrap. 

PLTB Sidrap tersebut, mampu menghasilkan 7 megawatt listrik per satu tiang. Dan tiang PLTB seluruhnya, disediakan 30 tiang yang akan menghasilkan 210 megawatt listrik.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Kabupaten Sidrap telah membuktikan bahwa Sulsel mampu menjawab keraguan dunia yang sebelumnya dunia menilai kincir angin tersebut tidak mungkin ada di Indonesia.

"Kita pecahkan peradaban dengan membuat kincir aingin yang dulunya dunia katakan tidak mungkin ada di Indonesia. Saya coba pecahkan dengan menggunakan bantuan teknologi dari Amerika," ujarnnya. 

Meski menggunakan anggaran yang besar, SYL membeberkan harga investasi tersebut semakin tahun semakin turun. Sebab tidak membutuhkan maintenance, bersih pencemaran lingkungan dan akan menjadi lokasi wisata.

Beberapa waktu lalu, pengembang PLTB, PT UPC Sidrap Bayu Energi, kembali mendatangkan peralatan raksasa berupa rumah turbin Gamesa G114-2,5 MW dan pusat baling-baling di lokasi megaroyek, Kampung Pabberesseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watangpuly, Kabupaten Sidrap.

Public Relation PT UPC Sidrap Bayu Energi, Yermia mengatakan, komponen utama untuk PLTB yang diklaim terbesar di Indonesia tersebut, diangkut menggunakan kapal BBC Congo selama 50 hari dari pelabuhan Bilbao, Spanyol.

"Kapal khusus pengangkut muatan berat itu berlayar melewati Timur Tengah, Samudera Hindia, dan Selat Malaka sebelum masuk ke perairan Indonesia dan tiba di Pelabuhan Nusantara, Parepare," kata Yermia. 

Untuk bisa sampai di pusat proyek PLTB, peralatan ini kembali menggunakan kendaraan truk khusus karena memiliki ukuran cukup besar. 

"Saat kendaraan pengangkut ini melintas ke lokasi, jalan utama untuk sementara terpaksa ditutup supaya distribusi komponen ini bisa lancar, karena truk yang mengangkutnya juga cukup panjang dan badannya besar," tutupnya.